3 Kesalahan Mama dalam Mengatur Keuangan Rumah Tangga


Baru satu minggu berlalu setelah Anda menerima gaji bulanan, tapi uang di dompet hanya tertinggal beberapa lembar saja. Padahal, masih banyak pos bulanan yang belum terisi.

Jika Anda pernah atau bahkan sering mengalami hal ini, bisa jadi ada yang salah dalam langkah pengelolaan keuangan Anda. Beberapa poin ini mungkin sering Anda abaikan dalam pengaturan keuangan rumah tangga Anda:


- Tidak membuat perencanaan
Tidak membuat anggaran bulanan bisa memunculkan masalah tersendiri bagi status keuangan Anda, terutama di pertengahan bulan.

Dengan membuat perencanaan keuangan bulanan, setidaknya Anda memiliki patokan ke mana saja uang gaji perlu dialirkan.

Jika ternyata anggaran itu berlebih, Anda dapat memperbaikinya. Hal ini untuk meminimalkan risiko Anda menghabiskan uang secara tidak bijaksana.


- Tergoda barang kecil, melupakan target besar
Banyak orang tua memberikan uang saku berlebih kepada anak, tapi tidak mengadakan pos anggaran untuk asuransi.

Termasuk, sering membeli barang-barang yang tak begitu penting karena lapar mata, sedangkan tabungan untuk pendidikan anak belum terisi.  

Jika Anda masih belum berhasil mencapai tahap keamanan finansial, tak perlu merasa bersalah. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki.

Para pakar keuangan menerangkan bahwa masih banyak pasangan atau keluarga yang belum berhasil mengatur keuangannya dengan baik.

Apabila sudah mengetahui poin kesalahan Anda, tinggal memilih langkah selanjutnya: Masih ingin berkutat di gaya hidup yang sama, atau berubah ke arah yang lebih positif demi kebaikan masa depan anak dan keluarga.

Baca juga:
Ingin Mudah Atur Keuangan? Gunakan Aplikasi Ini!
7 Prinsip Keuangan Perlu Diajarkan Pada Anak


- Tidak memperhitungkan hal yang tak terduga
Perlindungan terhadap aset keluarga merupakan hal yang jangan sampai Anda lewatkan. Ibarat sedia payung sebelum hujan, jaminan terhadap masa depan anak juga perlu direncanakan dengan masak.

Tak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi pada orang tua, saat anak masih membutuhkan pembiayaan untuk hidup dan pendidikannya. Selain membuat perencanaan keuangan yang matang, percayakan aset Anda pada lembaga terpercaya.

Dengan demikian, Anda telah mengamankan masa depan anak jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada orang tuanya. Jika perlu, tanyakan pada teman-teman Anda untuk merekomendasikan seorang pengacara.