6 Tip Hidup Rukun dengan Mertua


 

Banyak hal yang mungkin Anda anggap sepele justru dianggap sangat penting oleh ibu mertua. Bisa juga, pandangan yang Anda yakini dengan seteguh hati dan menurut Anda sangat krusial justru dianggap sesuatu yang lemah dan tidak penting oleh ibu mertua Anda. Begitu pun sebaliknya.

Persoalan rumah berantakan yang Anda anggap biasa bisa menjadi luar biasa bagi mertua Anda. Pelajaran tanggung jawab yang Anda berikan pada anak Anda bisa begitu saja diruntuhkan mertua dengan selalu memanjakan anak Anda. Seolah, tak ada titik temu di antara Anda dengannya.

Dr. Sherylin Thompson CPsychol DCPsych UKCP MBACP, psikolog dari Canary Wharf Counselling di London, Inggris, membagikan beberapa cara memperbaiki hubungan Anda dengan ibu mertua sebagai berikut:

Sampaikan Pandangan Anda
Selama Anda pasif, tidak akan ada yang berubah. Ketidaksesuaian antara Anda dan mertua bisa terjadi karena ketidakpahaman satu sama lain dan mispersepsi. Misal, mertua sebetulnya berniat membantu Anda, namun karena hal tersebut tidak sesuai dengan cara dan pandangan Anda, Anda menganggapnya sebagai sebuah gangguan. Apalagi bila ada komentar negatif di dalamnya, Anda bisa merasa terhakimi. Maka, sampaikanlah pandangan yang mendasari Anda melakukan sesuatu agar mertua juga memahaminya.
 
Gunakan “Kami”, Bukan “Saya”
Anda perlu menemukan cara untuk mengatakan "Ini adalah cara kami melakukan sesuatu”. “Kami” mewakili Anda, suami, dan juga anak-anak. Artinya, ada kesepakatan di antara Anda dan anggota keluarga Anda serta tidak ada yang berkeberatan dengan itu. Kata “kami” lebih menunjukkan keterwakilan sehingga Anda tidak dianggap penyebab tunggal dari semua hal yang menurut ibu mertua kurang atau salah.
 
Ibu mertua mungkin akan menyanggah penjelasan Anda karena berpikir bahwa anak laki-lakinya—sekarang suami Anda—dulu tidak berpandangan seperti itu dan selama tinggal bersamanya. Tapi cobalah jelaskan bahwa saat ini semuanya baik-baik saja. Katakan dengan menggunakan intonasi tenang agar tidak menyinggung dan membuat perbedaan tersebut semakin panas.
 
Sampaikan pada Pasangan
Konflik ini tidak hanya melibatkan Anda dan mertua, tetapi sebetulnya dapat juga berpengaruh pada suami dan anak-anak Anda. Lantaran kesal dengan mertua, bisa saja Anda jadi bersikap tidak baik kepada suami dan anak-anak. Oleh karenanya, libatkan suami menyelesaikan masalah ini. Bicaralah tentang perasaan Anda.
 
Jangan sampaikan pada suami bahwa Anda marah atau kesal, karena bisa juga menyulut emosinya. Tetapi, baiknya katakan pertanyaan terbuka seperti, “Bagaimana kita bisa menangani masalah ini supaya saya tenang atau percaya diri dalam mengasuh anak dan mengurus rumah tangga?”. Kalimat ini akan mendorongnya untuk memikirkan jalan keluar menengahi konflik Anda dengan mertua.
 
Minta Suami Menjelaskan
Saat sedang berkonflik, Anda sangat mungkin untuk beradu argumen untuk membela tindakan Anda. Sebaiknya hindari hal ini dan minta suami Anda untuk menjelaskan. Hal ini bukan berarti bahwa suami akan melawan keluarganya, melainkan menjadi mediator perbedaan pendapat yang ada.
 
Balik Meminta Pandangan
Mertua mungkin menyalahkan Anda akibat tangisan si kecil yang merengek minta kue cokelat dari Anda. Anda tidak mau memberikannya karena sudah sepakat bahwa ia hanya boleh makan dua potong kue manis di hari itu. Mertua Anda melihat Anda sebagai Mama yang terlalu keras. Di saat tensi komunikasi tinggi, Anda bisa meminta balik pandangan dengan kalimat seperti, “Anak saya giginya ada karies. Dokter bilang ini karena banyak konsumsi makanan manis. Dulu, —sebutkan nama suami Anda (anak mereka)— pasti juga pernah giginya ada karies karena terlalu banyak makan makanan manis waktu masih kecil”.
 
Kalimat Anda mungkin terdengar sebagai sebuah serangan. Namun, ini dapat membantu mereka berpikir bahwa semua orang tua pernah melakukan kesalahan atau melakukan tindakan yang membuat anaknya menangis, tapi semua itu ada tujuannya. Ini juga akan membuat mereka mulai duduk dan bercerita tentang pengalamannya mengasuh anak.
 
Membuat Humor
Humor adalah salah satu cara yang baik untuk meredakan perbedaan pendapat. Perbanyaklah referensi humor Anda.
 
 
Baca juga:
Lakukan Ini Agar Nyaman Serumah Mertua
Aturan Menitipkan Anak pada Nenek dan Kakek
Kakek dan Nenek Suka Memanjakan Anak
Akhiri Adu Pendapat dengan Nenek, Yuk!
Anak Diasuh Nenek, Ada Aturannya!
 
 
(LELA LATIFA)
 FOTO:FREEPIK
 
 
 
 
 
 

 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia