7 Manajemen Stres untuk Mama


 

Harus diakui bahwa menjadi Mama memang sangat mudah membuat seorang perempuan menjadi stres. Melakukan banyak pekerjaan sekaligus, anak yang selalu merengek dan tidak bisa lepas, waktu tidur kurang, hubungan dengan suami, pekerjaan kantor, masalah keuangan, dan juga keinginan aktualisasi diri selalu menjadi serangan terbuka sepanjang waktu bagi seorang Mama.
 
Bila dibiarkan menumpuk, stres tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan fisik dan emosional Mama, melainkan juga keluarga. Dr. Michele Borba, psikolog dari California, AS, mengatakan bahwa stres yang tidak terkendali akan berdampak pada kesejahteraan keluarga dan kompetensi pengasuhan kita. Kemampuan orang tua mengelola stres sangat dibutuhkan untuk menjaga ikatan dan kebahagiaan anak-anak.
 
Untuk itu, ia memberikan 7 langkah manajemen stres untuk Mama.

1. Pelajari Tanda Stres Anda

Belajar mengidentifikasi bagaimana Anda bereaksi terhadap stres akan sangat membantu. Saat denyut jantung terasa lebih cepat, pusing, atau nada bicara berubah menjadi lebih tinggi dan Anda berbicara dengan keras, Anda mungkin sedang mengalami stres.

2. Time Out

Begitu mengetahui tanda-tanda stres sedang muncul, istirahatlah. Ambil time out untuk menenangkan diri, mengurangi tekanan, atau memberikan perspektif baru. Sebisa mungkin hindari berinteraksi dengan anak-anak saat sedang stres. Anda bisa masuk ke kamar menyendiri dan mendengarkan musik favorit. Anda bisa juga menuliskan kekesalan pada selembar kertas untuk melepaskan tegangan.

3. Solusi Lain

Malam hari saat keluarga sudah menunggu untuk makan malam, sedangkan Anda sangat lelah dan tidak punya energi untuk memasak, ini momennya Anda lebih mudah ‘panas’. Ketimbang menyulitkan diri, tekan saja nomer telepon restoran kesukaan Anda dan lakukan delivery service. Begitu juga saat cucian baju menumpuk sedangkan anak-anak sedang sakit dan tidak mau ditinggal. Mengirim baju ke laundry akan jadi solusi efektif. Jangan memaksa diri mengerjakan semuanya sendiri.

4. Belajar Pernapasan atau Meditasi

Pernapasan dalam perut, meditasi, dan doa terbukti membantu mengurangi stres dan membantu tubuh rileks. Gunakan napas yang lambat dan dalam. Tarik napas perlahan hingga hitungan lima, jeda selama dua hitungan, dan kemudian perlahan-lahan hembuskan, lalu ulangi lagi. Bisa juga, tarik napas sambil memejamkan mata untuk relaksasi. Opsi lain, lakukan yoga!

5. Olahraga Bersama

Olahraga adalah salah satu sarana mengeluarkan hormon bahagia. Lakukan olahraga bersama teman. Atau Anda bisa melakukan olahraga bersama si kecil agar ia juga mendapat manfaatnya. Tak perlu muluk-muluk, Anda bisa bersepeda bersama, berlari bersama, berenang, atau sekadar membuat tarian aktif acak dengan lagu apapun. Si kecil pasti suka!

6. Luangkan Waktu untuk Tertawa

Tertawa, senyum, dan cekikikan dapat membantu meredakan ketegangan Anda. Anda bisa mendapatkannya dengan mengingat kisah lucu, membaca komik, atau menonton fim kartun dan komedi.

7. Supporting Group

Saat semua hal sudah sulit untuk mengembalikan kondisi emosi Anda, temukan supporting group. Di sana Anda bisa mencurahkan segala keluhan dan Anda bisa meluangkan sedikit waktu untuk kebutuhan sosial Anda. Relasi membantu mengurangi stres dan mengembalikan keseimbangan Anda.
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK