Anjing Itu Temanku

Ketika Nina mendapati dirinya hamil, seluruh keluarga besar memintanya untuk melepaskan Lalo, anjing Labrador kesayangannya, yang sudah ia pelihara selama 6 tahun. Namun, Nina bersikeras menolak. Lalo sudah dianggap sebagai ‘anak’-nya sendiri. Apa solusinya?
 
ANJING VS BAYI
Sebenarnya, memelihara anjing bisa menjadi ‘latihan’ sebelum memiliki bayi yang sesungguhnya. Saat memiliki anjing, Anda harus memberinya makan, memandikannya, hingga mengajaknya jalan-jalan dan  bermain. Anda juga harus mencurahkan kasih sayang kepadanya.
 
Namun, ketika Anda akhirnya hamil dan memiliki anak, haruskah anjing Anda disingkirkan begitu saja? Menurut psikolog dari Universitas Indonesia, Mayke Tedjasaputra, M.Si, memiliki anak sekaligus memelihara anjing sebenarnya bisa dilakukan bersamaan. Hanya saja, Mama perlu memerhatikan beberapa hal, misalnya waktu luang yang dimiliki dan jenis anjingnya.
 
Bagaimanapun, anjing adalah makhluk hidup yang juga bisa merasa cemburu, cemas, bahkan agresif, ketika ada anggota keluarga baru yang masuk ke lingkungan terdekatnya. Mungkin sebelum memiliki anak, Anda terbiasa mengajaknya berjalan-jalan mengitari kompleks perumahan setiap sore. Namun, kebiasaan tersebut berubah karena Anda harus fokus mengurus si kecil. Anjing bisa merasakan perubahan rutinitas tersebut, sehingga menjadi depresi atau melakukan hal-hal untuk menarik perhatian Anda. Misalnya, buang air besar di sembarang tempat, atau tiba-tiba menggigit mainan si kecil yang berada dalam jangkauannya.
 
Untuk itu, luangkan waktu selama satu hari bersama anjing Anda, tanpa membawa si kecil. Ini untuk mencegah semakin berkembangnya perasaan ketakutan anjing Anda akan ditelantarkan. Anda bisa mengajak ‘bicara’ si anjing saat berdua dengannya. Ceritakan bahwa kini bayi Anda lebih membutuhkan kehadiran dan kasih sayang Anda, namun bukan berarti Anda akan berhenti menyayanginya. Percayalah, meski bahasa Anda berbeda, anjing Anda pasti akan mengerti.
 
AJAK MAIN BERSAMA
Jika bayi dan anjing berbagi halaman rumah untuk bermain, pastikan Anda  mengecek apakah ada kotoran anjing yang tertinggal sebelum membiarkan si kecil merangkak di rerumputan. Anak-anak sering memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Meski jarang terjadi infeksi bakteri dari anjing, bisa saja si kecil terkena cacing. Minta juga pada dokter hewan Anda untuk memberi obat cacing pada si anjing. Saat si kecil dan anjing Anda bermain bersama, tetap awasi mereka. Beberapa anjing menggigit karena terlalu antusias saat ekornya ditarik. Jika anjing Anda tanpa sengaja menggigit si kecil, segera bawa anak ke dokter untuk pertolongan pertama.
 
Yang pasti, beberapa anjing yang sudah lebih akrab dengan kehadiran anak-anak justru bisa menjadi anjing penjaga dan bertindak layaknya seorang ibu. Misalnya, menggonggong untuk memberitahu ketika si kecil menangis atau berada di posisi yang membahayakan.

NEXT >>>

 

Follow Us

Instagram Newsfeed