Balada Stay at Home Mom (SAHM)


 

Menjadi seorang ibu rumah tangga penuh waktu atau stay at home mom seringkali membuat Anda merasa sendirian. Padahal faktanya, Anda tidak pernah benar-benar sendiri. Ada anak-anak yang berlari, melompat, memanjat, dan melakukan aktivitas fisik lainnya yang sangat membutuhkan konsentrasi Anda untuk memantau. Ada pula bayi yang selalu butuh digendong hingga Anda kesulitan untuk makan sendiri tanpa membawanya. Bahkan, Anda tidak pernah leluasa bisa pergi ke kamar mandi sendiri tanpa dibuntuti si kecil yang berdiri di depan pintu. Ia menunggui Anda!
 
Ya, rumah Anda ramai! Tidak sepi. Ada suara teriakan, gelak tawa, juga tangisan anak-anak. Namun, betapa ramainya suasana di rumah Anda, sangat normal dan wajar bagi seorang Mama untuk merasa kesepian.
 
Berikut ini adalah alasannya:
 
Terpisah dengan Suami Walau Berada 1 Atap
Begitu punya anak, kehidupan Anda dan suami sebagai pasangan akan memiliki peran baru, yakni orang tua. Menjadi orang tua membuat Anda dan pasangan jadi lebih banyak fokus dengan anak-anak. Walaupun Anda berada satu rumah dengan suami, susah untuk mendapatkan intimasi seperti dulu.
 
Saat suami di rumah, ia akan banyak menghabiskan waktu memenuhi permintaan anak-anak yang mengajaknya bermain. Saat mengobrol, suami pasti lebih sering menanyakan bagaimana keseharian anak selama ia meninggalkan mereka. Anda pun pasti juga lebih banyak berbagi tentang perkembangan anak-anak. Tak hanya itu, beberapa kesempatan yang bisa digunakan untuk mengobrol pun lebih banyak dipakai untuk membicarakan masalah tagihan, rencana keluarga, dan sebagainya. Kurangnya kesempatan untuk membicarakan diri masing-masing dan beromantis ria membuat Anda merasa tidak terkoneksi dengan pasangan.
 
Merasa Melakukan Semua Sendiri
Saat menjad seorang stay at home mom (SAHM), Anda akan dengan mudah merasa bahwa Anda melakukan semua tugas sendiri, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Wajar apabila Anda merasa iri dengan suami atau orang lain yang pergi bekerja ke luar, bertemu dengan orang-orang, makan siang bersama, dan lain sebagainya. Sedangkan, Anda melakukan banyak pekerjaan, mulai dari mengurus anak, memasak, mencuci baju, menjemur, atau menyetrika, dan hanya berkutat di rumah.
 
Mengisolasi Diri
Pernahkah Anda mendapat tawaran hang out bersama teman namun menolaknya karena alasan si kecil? Anda akan membayangkan betapa repotnya pergi bersama anak-anak, harus membawa tas berisi popok, belum lagi anak-anak membuat kekacauan saat Anda sedang berkumpul dengan teman-teman. Hal yang sama merepotkan ketika harus mencari tempat makan dengan menu anak-anak di jam makan. Terlebih saat mereka mulai rewel karena mengantuk. Pikiran-pikiran tersebut membuat Anda mengisolasi diri untuk lebih baik tetap di rumah.

Terjebak dengan Media Sosial
Anda berpikir bahwa media sosial membuat Anda tetap terhubung dengan teman-teman. Anda menyukai atau mengomentari foto mereka di Instagram. Anda juga berbalas pesan dengan mereka. Tapi sosialisasi tipe media sosial ini hanya sebatas permukaan saja. Mereka hanya ada di dunia maya. Mereka tidak benar-benar ada untuk mendengarkan cerita Anda dan tertawa bersama.
 
Di samping itu, hal lain yang berbahaya dari berselancar di media sosial adalah Anda menjadi cemburu terhadap orang lain yang tampak bahagia. Anda akan merasa sangat kesepian ketika melihat orang lain bisa keluar rumah dan bersenang-senang sementara Anda hanya di rumah bersama anak-anak.
 
Tidak Pernah Keluar Rumah Tanpa Anak-anak
Coba Anda ingat, kapan terakhir kali Anda keluar rumah sendiri, mengemudi menyusuri jalan hanya untuk sekadar minum kopi? Banyak perempuan yang sudah menjadi Mama mengatakan bahwa keluar rumah sendiri walau hanya sebentar untuk berbelanja ke supermarket sudah terasa menyegarkan.
 
Pekerjaan 24/7
Saat menjadi seorang Mama, Anda benar-benar bersiap untuk melakukan pekerjaan selama 24 jam selama sehari. Bayangkan saja si kecil yang terbangun tengah malam dan minta buang air. Ada pula bayi yang tidak bisa tidur hingga larut malam sementara Anda sudah sangat lelah dan ingin segera tidur. Anda harus berkomitmen untuk selalu siaga 24/7. Ini semua sangat menyita energi Anda.
 
Ini Tipsnya Agar Anda Lebih Bahagia!
Untuk menjadi lebih bahagia, cobalah untuk mengompromikan semua tanggung jawab Anda. Sediakan waktu untuk merawat diri sendiri. Anda bisa mengomunikasikan dengan suami untuk selalu menyediakan couple time. Sekadar mengobrol berdua saat anak-anak sudah terlelap bisa menjadi solusi. Jagalah agar tidak tidur duluan. Lakukan ini rutin setiap malam.
 
Anda juga bisa menyediakan waktu untuk me time dan bertemu dengan teman-teman setidaknya 1 kali dalam seminggu. Atau Anda bisa mengundang mereka ke rumah sementara suami Anda bertugas mengajak anak-anak bermain keluar.
 
Jangan ragu untuk meminta bantuan dari asisten rumah tangga. Hal ini bukan berarti menunjukkan bahwa Anda adalah seorang ibu yang tidak berdaya mengurus rumah sehingga harus membutuhkan bantuan. Anggaplah ia sebagai tim. Ia bertugas untuk membantu Anda. Di samping itu, ia bisa menjadi seorang teman bagi Anda dan anak-anak saat suami tidak ada di rumah.
 
Baca juga:
Pertimbangan Jadi Ibu Rumah Tangga
Bekerja Atau Ibu Rumah Tangga?
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: SHUTTERSTOCK