Banyak Pengeluaran Bulan Ramadhan, Lakukan Ini Agar THR Tak Cepat Habis


Menjalankan puasa di bulan Ramadhan, tidak lantas membuat status keuangan jadi hemat. Banyak orang yang merasakan demikian. Apakah Anda salah satunya?  Menurut Farah Dini, konsultan keuangan dari Janus.id dan penulis buku Finchickup, ada beberapa penyebab yang menjadikan pos pengeluaran acap kali membengkak di bulan Ramadhan.

Salah satunya adalah kegiatan buka bersama (bukber). “Puasanya baru dapat sehari, tapi undangan bukbernya sudah penuh seminggu. Mulai dari teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman kantor, semua mau adakan bukber,” ujar wanita yang akrab disapa Dini itu, ketika ditemui di acara Diskusi Interaktif Cerdas Kelola Keuangan di Bulan Ramadhan bersama Home Credit Indonesia. “Jika sekali bukber di restoran, 100 ribu. Dalam seminggu ada berapa kali bukber? Tinggal dikalikan saja,” kata Dini.

Dini juga mengatakan bahwa pengeluaran rumah tangga seperti penggunaan listrik, air, gas, dan bahan-bahan pokok juga sering melonjak. Ditambah lagi banyaknya promo yang sering digelar dalam rangka Ramadhan. “Midnight sale salah satu contohnya. Selain itu, karena Ramadhan sudah dekat dengan Lebaran, banyak yang ingin mengganti isi perabotan rumah tangga,” terang Dini.  

Pembengkakan anggaran belanja juga bisa dari pola konsumsi keluarga yang tidak efisien. Misalnya, untuk berbuka puasa, satu keluarga bisa berbeda-beda menu takjil. Sang kakak, minta dibuatkan kolak, sedangkan adik mau puding untuk hidangan pembuka buka puasa. Dari sini sudah terlihat anggaran belanja yang berlebih.

Jika arus keuangan ini tidak dikontrol, tentunya dapat menimbulkan masalah pada kondisi keuangan tak hanya selama bulan puasa, tetapi juga di waktu-waktu selanjutnya. Apalagi menjelang waktu Lebaran, pengeluaran bisa jadi semakin banyak dan seolah tak dapat dihindari. Misalnya membeli baju anak, persiapan hidangan kue dan makanan, atau renovasi rumah.  

Mungkin Anda berpikir, meskipun uang akan habis selama Ramadhan, toh masih ada THR. Jadi tidak terlalu ambil pusing. Padahal jika Anda dapat menghemat keuangan selama Ramadhan, uang THR yang diberikan oleh perusahaan dapat dianggarkan untuk keperluan lain yang berkontribusi pada keamanan finansial Anda.  

Menurut Dini, uang THR tidak harus selalu dibelanjakan. Tapi kebanyakan orang begitu antusias membelanjakan uang THR, karena dianggap uang cuma-cuma. “Coba, berapa banyak orang yang berpikir memasukkan uang THR ke tabungan?” ujar Dini.

Untuk menata keuangan agar tidak sampai mengalami masa krisis di bulan Ramadhan, sekaligus mengelola dana THR, Dini memberikan tip-tipnya berikut ini.
  • Tentukan skala prioritas dan membagi dana dalam sejumlah pos pengeluaran khusus di bulan Ramadhan. Misalnya, anggaran untuk berbuka puasa, sediakan bajet maksimal dalam satu bulan. Dan harus Anda patuhi tidak boleh melebihi bajet itu. “Dengan demikian, Anda tetap dapat mengontrol pengeluaran sehingga tetap terjaga sampai Lebaran nanti,” kata Dini.
  • Kalau mau mengadakan bukber, dapat menerapkan sistem patungan atau potluck dengan teman-teman. “Cara begini biasanya jatuhnya lebih hemat,” kata Dini. “Jadi pandai-pandai kita mencari cara alternatif supaya pengeluaran tetap terjaga. Bukan berarti tidak bukber sama sekali. Karena bukber ‘kan ajang silaturahmi juga.”
  • Jika berbelanja keperluan Lebaran  di mall atau pusat perbelanjaan sebaiknya tidak mengajak anak kecil. Untuk lebih menghemat, makan dulu di rumah, sehingga tidak perlu mengeluarkan cost untuk belanja makan di mall.
  • Agar anggaran belanja tidak membengkak, pastikan hanya membeli barang yang memang benar-benar diperlukan. Buat daftar pembelian. Jika perlu cek dulu barang di rumah sebelum pergi. “Kadang ibu-ibu suka lupa, barang yang masih ada, ternyata dibeli lagi. Ketika sampai rumah baru sadar,” ujar Dini.
  • Untuk mengelola uang THR. Menurut Dini harus dilakukan dengan bijak. “Seluruh kewajiban kita bayarkan di awal. Di antaranya THR untuk asisten rumah tangga, sopir. Begitu juga dengan pembayaran zakat fitrah, zakat harta, dan sedekah.”
  • Berapa pun banyaknya uang THR pasti akan habis. Dini menyarankan untuk tidak menghabiskan semuanya. “Jika niatnya ingin menghemat, sisihkan di awal. Begitu menerima THR, sisihkan paling tidak 10% untuk ditabung. Sisanya itulah yang boleh kita habiskan untuk Lebaran.”
  • Jika ingin merenovasi rumah jelang Lebaran, tanyakan dulu ke diri sendiri. Apakah benar-benar perlu atau sekadar keinginan? Jika memang perlu, dananya pun tidak harus dari uang THR. “Kalau niat ingin memperbaiki rumah untuk Lebaran, lakukan jauh-jauh hari.” Misalnya Lebaran bulan Juni, sebaiknya mulai menabung sejak Januari atau sebelum-sebelumnya, sehingga uang THR tidak terpakai.
  • Jangan mengikuti gaya hidup orang lain. “Seringkali terlihat seseorang punya gaya dandan yang oke, rumah bagus, sering liburan ke mana-mana, tapi ternyata aset yang ia miliki tidak seberapa. Nah, ini sudah banyak terjadi.”  
  • Tidak tergoda membeli barang yang sedang diobral. Percuma membeli barang diskon hanya karena harganya murah, jika tidak dibutuhkan.
  • Tidak memaksakan diri untuk memiliki barang yang belum tentu menjadikan diri lebih baik.
  • Memiliki komitmen dengan tujuan keuangan. (Alika Rukhan
Foto: Pixabay 

Baca juga : Cara Cerdas Kelola THR