Berinvestasi dengan Tabir Surya


Sebagai negara tropis yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, Indonesia tentu memiliki paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun. Hal tersebut memiliki konsekuensi pada suhu dan cuaca yang panas. Lebih dari itu,  kandungan radiasi ultraviolet pada sinar matahari, yakni UVA dan UVB, bisa sangat membahayakan kesehatan kulit, salah satunya photoaging atau penuaan pada kulit.
 
PHOTOAGING
 
Taylor CR dalam tulisannya Photoaging/Photodamage and Photoprotection dengan tegas mengatakan, paparan sinar matahari dapat menyebabkan penuaan dini. Menurutnya, 90% perubahan kulit yang berkaitan dengan penuaan disebabkan oleh paparan sinar matahari.
 
Proses penuaan yang terjadi pada kulit akibat paparan sinar ultraviolet matahari (photoaging) berbeda dengan chronological aging atau penuaan karena faktor usia. Photoaging menyebabkan kulit kita terlihat kering, kasar dan berkeriput.
 
Riset yang dilakukan oleh akademisi University of Kentucky College of Medicine juga merangkum, efek radiasi matahari berkaitan dengan hilangnya elastisitas kulit. Radiasi matahari memicu aktivasi penuaan sel yang dapat berakibat pada penuaan kulit. Kerutan pada kulit adalah salah satu tanda yang paling nyata dari penuaan akibat paparan sinar UV.
 
Walaupun langit  tampak mendung, namun bukan berarti bahwa kita aman dari paparan sinar ultraviolet. Sekitar 95% sinar UVA tidak terserap oleh lapisan ozon. Oleh karenanya, walaupun kita hanya berada di dalam kendaraan atau berada di samping jendela saat di dalam ruangan, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan tabir surya.

PILIH YANG TEPAT
 
Berikut ini adalah panduan memilih tabir surya:
 
Pilih yang mampu melindungi kulit dari sinar UVB dan UVA
 
Formulasi tabir surya dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi kulit dari efek terbakar karena UVB, melainkan juga melindungi dari penuaan akibat paparan sinar UVA. Tabir surya dengan perlindungan yang lebih luas ini akan melindungi kulit lebih optimal
 
Pertimbangkan angka pada keterangan SPF
 
Angka pada SPF menunjukkan seberapa kuat tabir surya yang kita pakai melindungi kulit dari efek kulit terbakar akibat paparan sinar UV. US Environtmental Protection Agency merekomendasikan penggunaan tabir surya dengan paling tidak SPF 15.
 
Namun perlu diperhatikan bahwa SPF 30 bukan berarti melindungi kulit dua kali lebih tinggi dari SPF 15. SPF 30 memungkinkan 1/30 atau 3.3% dari sinar UV dapat mencapai kulit kita. Dengan kata lain, ada 96,7% sinar UV yang ditangkis dengan penggunaan SPF 30.
 
Begitu juga dengan penggunaan SPF 50. Artinya melindungi kulit dari 1/50 atau 2% dari sinar UV. Sehingga kulit dapat dilindungi 98% dari sinar UV.
 
PENGAPLIKASIAN TABIR SURYA

International Agency for Research on Cancer WHO menekankan pentingnya pengaplikasian tabir surya yang benar dengan kekuatan perlindungan produk dari sinar matahari.
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengaplikasikan tabir surya adalah:

  • Tidak memiliki waktu untuk menunggu produk menyerap
Tabir surya membutuhkan waktu untuk menyerap sempurna ke seluruh permukaan kulit. Oleh karenanya, tunggulah sekitar 15 menit setelah mengaplikasikan tabir surya sebelum keluar ruangan.
  • Memakai tabir surya hanya satu kali saja
Jangan berpikir bahwa tabir surya cukup dipakai satu kali saja sebelum meninggalkan ruangan. Pemakaian tabir surya perlu diulang tiap dua jam sekali untuk perlindungan yang lebih optimal.
  • Menggunakan “secukupnya” saja
Perlu digarisbawahi bahwa penggunaan tabir surya tidak bisa “secukupnya” saja. Melainkan harus benar-benar “cukup”. Penggunaan tabir surya harus dalam jumlah yang sama dengan yang digunakan untuk pengujian produk yakni 2 mg / cm2 . Jumlah tersebut setara dengan 36 gram atau enam sendok teh losion untuk satu tubuh orang dewasa.
Menggunakan tabir surya kurang dari jumlah yang direkomendasikan menyebabkan perlindungan sinar UV tidak proporsional.
 
Lela Latifa
 

 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia