Fakta Seputar Minyak Kelapa


Seiring dengan kembali populernya penggunaan minyak kelapa, banyak informasi kesehatan seputar minyak kelapa yang simpang siur dan membingungkan kita. Simak fakta di balik kandungan minyak kelapa berikut ini agar Anda tak ragu lagi mengonsumsinya.

DOMINAN LEMAK JENUH
Selama ini, lemak jenuh ditakuti karena memberikan kalori ekstra dan berisiko menyumbat peredaran darah. Tapi, lemak jenuh yang terdapat pada minyak kelapa, yaitu asam laurat, merupakan jenis asam lemak jenuh rantai menengah yang digunakan sebagai sumber energi cepat. Asam lemak rantai menengah sangat mudah dicerna serta dapat langsung diproses oleh hati untuk diubah menjadi energi, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.

MENINGKATKAN KOLESTEROL
Ya, konsumsi minyak kelapa memang dapat meningkatkan kadar kolestrol, baik kolesterol jahat (LDL) maupun kolestrol baik (HDL). Tapi kadar LDL akan diturunkan kembali berkat kandungan asam lemak jenuh rantai menengah.

AMAN DIGUNAKAN UNTUK MENGGORENG
Dibandingkan minyak sawit yang biasa digunakan untuk menggoreng makanan, minyak kelapa ternyata lebih aman dan layak dipilih sebagai minyak goreng. Ini karena minyak kelapa memiliki titik asap (suhu pada saat minyak mulai menghasilkan asap ketika dipanaskan) yang lebih tinggi dibanding minyak sawit. Hasilnya, minyak kelapa tidak mudah rusak saat digunakan untuk menggoreng dan hasil gorengan menjadi lebih aman.

Tidak semua minyak kelapa itu VCO!
VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan minyak murni yang diekstrak langsung dari daging kelapa segar tanpa proses pemanasan dan bahan tambahan apa pun. Sama-sama bisa digunakan untuk memasak, termasuk menggoreng, tapi VCO paling sering digunakan untuk terapi kesehatan, misalnya sebagai suplemen alami untuk menjaga daya tahan tubuh, atau terapi kecantikan. Itu sebabnya, harga VCO lebih mahal dibanding minyak kelapa biasa.

Minyak kelapa yang membeku sehingga teksturnya seperti mentega (coldpressed) bisa digunakan sebagai pengganti butter atau mentega untuk olesan roti atau bahan membuat kue.

Foto : 123rf

Baca juga: Minyak Aromaterapi, Amankah untuk Anak?

 

Edisi Terbaru

Love and Compassion

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia