Kenali Kelainan Irama Jantung, dan Cara Deteksi dengan Meraba Nadi Sendiri

Pernahkah coba mendengar irama detak jantung Anda? Bila belum, cobalah. Detak jantung normal adalah berdetak dengan irama yang sama dan berdetak sebanyak 6-8 kali per 10 detik.

Anda bisa bisa memeriksanya sendiri dengan metode MENARI (Meraba Nadi Sendiri) yakni dengan mencari nadi di pergelangan tangan lalu cari denyut nadinya. MENARI bisa Anda lakukan setiap hari setiap pagi.

Bila sudah melakukannya, namun detak jantung tidak berdetak normal, Anda perlu waspada pada kondisi Fibralasi Atrium (FA) atau kelainan irama jantung, yaitu gangguan sinyal listrik pada serambi jantung sehingga bergetar dan tak berfungsi dengan baik. Pada keadaan seperti ini, darah terkumpul di atrium dan membentuk bekuan darah yang dapat lepas dan menuju ke otak sehingga berakibat stroke.

Dampak lainnya, kelainan irama jantung dapat meyebabkan gagal jantung yang bisa juga menyebabkan mudah lelah, pusing, dan sesak pada bagian pernapasan.

FA harus segera diobati karena bersifat progresif dan bisa menjadi komplikasi bila terlambat ditangani. FA biasanya terjadi pada usia 60 tahun ke atas tak menutup kemungkinan untuk usia 60 tahun ke bawah terkena FA.

Seperti apa gejala-gejala dari FA? Simak penjelasan Prof.Dr.dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K) FIHA, FasCC, yang ditemui pada acara sosialisasi MENARI di Rumah Sakit Harapan Kita, berikut ini:

Cepat lelah
Hal ini paling sering dirasakan. Karena penderita FA memiliki detak jantung yang tidak teratur dan terkadang lebih cepat dibanding detak jantung normal.

Irama jantung tak beraturan
Hal ini terjadi karena adanya gangguan sinyal listrik pada serabi jantung sehingga bergetar dan jantung tidak berfungsi dengan baik. Jantung sering berubah-ubah iramanya terkadang cepat terkadang lambat.

Sesak nafas
Ketika jantung berdebar nafas akan terasa pendek.

Berdebar
Berdebar ini terasa seperti pukulan stik drum yang cepat.

Baca juga: Kenali Gejala Serangan Jantung Mendadak pada Wanita

Kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari
Lebih tepatnya saat olah raga karena ketika berolahraga pasien FA denyut jantungnya meningkat lebih tinggi dibandingkan kebutuhan.

Rasa nyeri, dada tertekan seperti diikat
Rasa nyeri ini terasa pada bagian dada penderita FA. Denyut jantung terasa cepat.

Pusing, rasa mengambang dan berputar hingga pingsan
Terjadi pada pasien usia lanjut, bila FA kambuh dan berhenti dan muncul irama normalnya lagi biasanya terjadi henti sementara pause yang panjang bila sampai 3 detik akan merasa seperti melayang dan merasa pusing. Lebih dari 4-6 detik bisa menyebabkan pingsan.

Kenali gejala tersebut bila mengalami hal serupa jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter agar bisa ditangani sesuai kebutuhan. (Debora Darmawan)
 


foto 123rf