Najeela Shihab: Banyak Cinta Saja Tak Cukup


Dalam kegiatan pengasuhan anak, orang tua tidak cukup hanya memberi mereka banyak cinta. Tapi perlu menerapkan cara mencintai dengan lebih baik. Hal ini dikatakan oleh Najelaa Shihab, pendidik dan psikolog.

“Kalau kita pengen jadi orang tua lebih baik berarti kita harus mencintai dengan cara lebih baik. Kadang-kadang kita ngasihnya lebih banyak cinta, tapi belum tentu itu yang lebih baik,” ungkap wanita yang akrab disapa Ela itu.

Cara mencintai dengan lebih baik, menurut Ela, orang tua perlu yakin bahwa pengasuhan adalah proses jangka panjang.

“Oke, kalau cuma mikir jangka pendek, contohnya yang penting anak kenyang. Terserah dia makannya apa, pakai disuapin, atau dipaksa, yang penting makan. Kalau jangka pendek itu, misalnya mamanya nggak mau telat datang arisan ya sepatu anak tinggal dipakaikan saja. Tapi kan kita mikir untuk jangka panjang. Jadi orang tua 20 tahun lagi ingin anaknya seperti apa sih?” terang Ela.

Misalnya, jika orang tua ingin anaknya bisa mandiri, memilih porsi makanan yang tepat, tidak mudah terpengaruh dengan makanan tidak sehat, tidak mudah terkena gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia, maka orang tua perlu cari cara.

Konsep mencintai dengan lebih baik yang diterangkan Ela, dituliskan dalam bukunya yang berjudul Keluarga Kita Mencintai dengan Lebih Baik. Buku ini adalah salah satu langkah nyata organisasi Keluarga Kita yang didirikan Najeela Shihab sebagai upaya meningkatkan pendidikan di Indonesia.



Bicara soal pengasuhan anak, tentu membutuhkan catatan panjang yang perlu orang tua tahu. Maka itu, selain buku, Keluarga Kita juga menggelar program Rangkul (Relawan Keluarga Kita), yang mendorong orang tua yang berdaya untuk menjadi relawan dan menjadi sumber belajar bagi orang tua lain. Tentunya sebelum menjadi relawan, mereka sudah diberi bekal materi dari Keluarga Kita.

Program Rangkul itu sendiri memiliki kelas-kelas yang mengacu pada 3 Kurikulum Keluarga Kita, yaitu:
  • Hubungan Reflektif : Anak yang bahagia berawal dari orang dewasa di sekitar anak yang memiliki hubungan baik
  • Disiplin Positif : Anak yang mandiri tumbuh dari penerapan pola disiplin tanpa kekerasan, hukuman, dan sogokan
  • Belajar Efektif: Anak yang cerdas membutuhkan proses belajar yang menantang dan menyenangkan
Jadi, setiap orang tua yang mengikuti kegiatan Rangkul berkesempatan untuk belajar, sharing cerita, dan berbagi praktik pengasuhan. Saat ini Rangkul telah ada di 51 kabupaten di Indonesia, dan berhasil menjangkau ribuan orang tua di Indonesia.

Baca juga : Saran Pengasuhan Anak, Siapa yang Paling Bisa Dipercaya

Salah satu Relawan Keluarga Kita dari wilayah Jakarta adalah Arninta Puspitasari. Ia mengaku merasakan dampak positif bagi diri dan keluarganya dengan mengikuti kegiatan Rangkul. “Dampak yang dirasakan jadi lebih bahagia menjadi orang tua, karena realistis bahwa orang tua masih perlu belajar terus. Dan makin bahagia karena bisa bermanfaat untuk orang tua lain tentunya. Aku yakin itu sangat berasa juga di anak-anak dan suamiku,” ujar ibu dua anak itu.

Anda ingin menjadi Rangkul dan mendapat informasi lebih tentang Keluarga Kita? Atau tertarik belajar dan sharing seputar pendidikan dan pengasuhan anak bersama orang tua lain? Dapatkan melalui situs keluargakita.com atau Instagram @keluargakitaid. (Alika Rukhan)
 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia