Orang Tua Perlu Tahu 9 Hal Ini


Kara Lawler, penulis dan blogger, menemukan banyak nasihat berharga dari beberapa mama yang kini sudah berusia 60 tahun. Berikut ini pesan-pesan mereka yang dirangkum Lawler di parenting.com.

1. Let it go. Mama perlu legowo dalam segala hal. Daripada terobsesi rumah yang bersih dan bisa rutin olahraga setiap hari, relaks saja dan nikmati masa kanak-kanak si kecil, yang terjadi sangat cepat.

2. Jangan buat perbandingan. Setiap orang tua memiliki kemampuan dan talenta unik. Tidak perlu merasa lebih kecil dibandingkan mama lain hanya karena ia lebih jago memasak atau bisa ‘akrobat’ dengan mulus antara karier dan tanggung jawab rumah tangga. Coba lihat dengan jujur dan ‘kepala tegak’, betapa unik dan +istimewa Anda sebagai mama!

3. Berhenti mencoba menjadi orang tua sempurna. Percayalah, insting kita biasanya benar tentang bagaimana sebaiknya mengasuh anak-anak kita, sehingga kita bisa mengandalkannya untuk membuat anak-anak merasa aman, nyaman, terhibur, dicintai, dan siap masuk ke setiap fase kehidupan.

4. Beri ruang kepada anak. Selalu siaga, tegas, dan protektif memang penting, tetapi anak sangat memerlukan ruang yang cukup untuk berkembang dan mengenal dunianya.

5. Biarkan anak tahu Anda mencintainya. Jangan pernah menyesal sudah berusaha keras menciptakan waktu berkualitas bersama anak di antara kesibukan Anda menyeimbangkan karier atau pekerjaan di kantor dan tugas-tugas rumah tangga. Ciptakan momen-momen istimewa. Kenangan-kenangan terbaik kerap kali justru sesuatu yang sangat sederhana.

6. Tak perlu merasa bersalah Anda bekerja. Anak-anak akan tahu bahwa orang tua bekerja, terutama mama, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka (keluarga), dan bahwa kita mengikuti passion kita. Kelak mereka juga akan seperti kita.

7. Jangan terlalu keras kepada diri sendiri. Kerap merasa seperti ‘gagal’? Ingatlah untuk tidak terlalu keras kepada diri sendiri. Sayangi diri sendiri, anak akan mencontoh Anda.

8. Aktiflah pada pendidikan anak. Mungkin Anda sangat sibuk bekerja, tetapi usahakan terlibat dengan kegiatan di sekolah. Kalau tidak mungkin menjadi anggota komite sekolah, mungkin sesekali Anda bisa menjadi relawan atau hadir di kegiatan-kegiatan sekolah. Hal ini akan memberikan pengaruh cukup berarti bagi perkembangan anak.

9. Perhatikan diri sendiri. Kerap kali, mama menempatkan diri sendiri di prioritas paling buntut, tetapi jangan lupa memerhatikan diri sendiri, ya. Buat janji ‘ngopi cantik’ dengan seorang teman baik, nikmati waktu mandi yang lebih lama, atau manjakan diri di spa. Kalau Anda tidak bisa memerhatikan dan merawat diri sendiri, akan sulit bagi melakukan hal itu dengan baik bagi keluarga.


 

Edisi Terbaru

Love and Compassion

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia