Pertanyaan Penting Seputar Kontrasepsi

Apapun rencana Anda, entah ingin memiliki anak lagi atau tidak, inilah info terkini seputar kontrasepsi. Simak beberapa pertanyaan penting yang wajib ketahui para mama:

1. T: Saya mengonsumsi pil KB secara teratur, tapi kini sedang menyusui. Haruskah saya berhenti mengonsumsinya?

J: Tidak selalu. Yang terutama harus dihindari adalah alat kontrasepsi yang mengandung estrogen, sebab bisa mengurangi persediaan ASI (Air Susu Ibu). Jadi, wanita yang sedang menyusui secara eksklusif harus menghindari pil KB yang mengandung estrogen dan progestin, plester KB (melepaskan hormon ke dalam pembuluh darah), serta cincin KB (dimasukkan ke dalam vagina, tempat hormon dilepaskan).

Sebaiknya, Anda memilih 'mini pil' atau kontrasepsi yang mengandung progestin saja, karena tidak memengaruhi persediaan ASI. (Catatan: Penting untuk mengonsumsi 'mini pil' pada waktu yang sama setiap hari agar hasilnya optimal.) Menurut Karen Meckstroth, M.D., asisten profesor klinis pada bagian obstetri dan ginekologi di University of California, San Fransisco, Anda juga bisa menggunakan IUD (Intrauterine Device).

2. T: Saya tidak yakin ingin punya anak lagi. Adakah alat kontrasepsi yang sifatnya jangka panjang, tapi tidak permanen?

J: IUD adalah pilihan ideal. Ada dua tipe IUD. Pertama, IUD Mirena yang melepaskan progestin secara teratur dan merupakan alat kontrasepsi paling populer di kalangan  ginekolog wanita. Bahkan, IUD ini lebih efektif dari tubektomi (memotong atau mengikat saluran telur) bila tetap di tempatnya, ujar Dr. Meckstroth. IUD ini bekerja dengan cara mengubah tekstur lendir leher rahim, sehingga menghalangi sperma mencapai sel telur. IUD ini juga bisa mencegah ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur). Alat ini disetujui untuk masa pemakaian selama lima tahun. Begitu dilepas, Anda bisa langsung hamil.

3. T: Amankah pil KB yang bisa mengurangi jumlah haid atau menghentikan haid sepenuhnya?

J: Tidak ada manfaat kesehatannya terhadap haid bulanan, menurut Mark DeFrancesco, M.D., kepala medis di Women’s Health Connecticut. Karena itu, pil-pil ini (termasuk Seasonique, Loestrin 24 Fe, dan Yaz) sama amannya dengan pil kontrasepsi hormonal tradisional (yang menghentikan proses ovulasi dan menirukan haid bulanan). Namun, banyak wanita lebih memilih tetap haid secara teratur, karena hal ini menunjukkan kalau mereka benar-benar tidak hamil.

Namun, bagi sebagian wanita, mendapat haid yang lebih sedikit atau bahkan tidak mendapat haid sama sekali adalah pilihan menyenangkan, khususnya mereka yang selalu mengalami kram menyakitkan, migrain akibat haid, atau darah haid keluar amat banyak. Tapi, sebagian pil yang menghilangkan atau mengurangi frekuensi haid mungkin saja mengakibatkan perdarahan mendadak, efek samping amat menganggu dan mungkin tidak akan hilang seiring berlalunya waktu.

Baca juga: 3 Fakta Pil KB

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia