Selain Lebih Bahagia, Ini 5 Manfaat Menolong Orang Lain dengan Menjadi Relawan


Memiliki banyak uang dan harta kekayaan bukan satu-satunya jalan meraih kebahagiaan hidup. Meski tak bisa dipungkiri, kita perlu uang untuk merawat hidup agar senantiasa berjalan dengan baik.

Beberapa orang mengartikan kebahagiaan adalah ketika ia mampu berbagi pada sesama, serta melakukan sesuatu dan menolong orang lain. Hal ini berdasarkan survei Wholistic Wealth Wisdom yang diselenggarakan PermataBank pada orang-orang mapan di empat kota besar di Indonesia. Sebanyak 49% responden mengaku, kemampuan berbagi pada sesama adalah faktor penting yang memengaruhi kebahagiaan. Sedangkan, 74% responden menyatakan, kekayaan tidak bisa menjamin kebahagiaan.

Kalangan ahli pun telah mengembangkan penelitian mengenai manfaat menolong orang lain bagi si penolong itu sendiri. Psikolog Lusi Nur Ardhiani, S.Psi, M.Psi kepada Parenting mengatakan, ada area di otak tengah yang menyala ketika seseorang memberi pertolongan. Reaksi tersebut juga terjadi apabila mendapat hadiah, ucapan terima kasih, atau melihat pemandangan indah.  Daerah otak tengah yang menyala itu, menurut Lusi, menandakan perasaan bahagia.

Selain itu, “Kita merasa bermanfaat untuk orang lain,” imbuh Lusi ketika ditemui di acara #BerliburDenganHati yang diselenggarakan PermataBank di Yogyakarta (2/11).

Senada dengan pernyataan Lusi, setidaknya ada 5 manfaat yang kita dapatkan dengan menolong orang lain, seperti dilansir dari Huffington Post berikut ini:

Baca juga : Menolong Sesama Membuat Hidup Anak Lebih Bahagia

 
  • Merasa lebih baik
Memberikan sesuatu pada orang lain memiliki efek pada tubuh. Penelitian menunjukkan, ketika menyumbangkan suatu barang untuk amal atau sedekah, sistem mesolimbik, bagian yang bertanggungjawab atas perasaan bahagia dipicu. Otak juga melepaskan bahan kimia yang mendorong untuk melakukan tindakan lebih baik lagi.
 
  • Memiliki hubungan yang lebih kuat
Ketika membantu orang lain, berdasarkan studi National Institutes of Health, Anda melepaskan getaran positif, yang dapat menular pada teman dan orang-orang di sekeliling. Getaran itu mempererat hubungan persahabatan dan kekeluargaan.
 
  • Mengatasi rasa kesepian
Menurut Mental Health Foundation, kegiatan tatap muka seperti kerelawanan dapat membantu mengurangi kesepian dan rasa terisolasi. Saat Anda berbaur dengan sekelompok relawan dalam organisasi, atau hanya bertukar pikiran, saling cerita, itu sudah bisa membuat Anda menjadi bagian dari komunitas.
 
  • Menemukan kedamaian batin
Studi di United Health Group menunjukkan 78% orang yang 12 bulan melakukan kegiatan amal (volunteering) mengaku merasa berkurang stresnya. Mereka juga lebih tenang dan damai dibanding orang-orang yang tidak berpartisipasi dalam pekerjaan volunteer mereka.
 
  • Martabat dan percaya diri meningkat
Orang yang menjadi relawan ditemukan memiliki harga diri dan kesejahteraan yang lebih tinggi. Para ahli menjelaskan, jika hubungan sosial meningkat, martabat diri pun ikut terangkat.





Meilia Kurniawati, mama dari Almira dan Foundra termasuk yang rutin melakukan kegiatan volunteer di bidang pendidikan. Kepada Parenting, ia bercerita, kegiatan membantu anak-anak sekolah yang berprestasi dan kurang mampu telah membuat ia menjadi pribadi yang bahagia dan bersyukur.

“Saya bahagia banget, apalagi kalau sudah terjun langsung (ke lapangan), bersyukurnya saya selama ini ternyata masih banyak anak yang membutuhkan. Apalagi saya senang melihat adik-adik kecil yang sudah saya anggap seperti anak sendiri,” kenang Lili.

Lili menambahkan, kadang ia menangis dan terenyuh melihat anak-anak yang masih kekurangan dan memerlukan bantuan.

Baca juga : Liburan Sambil Jadi Relawan, Kenapa Tidak? 

“Kalau lihat anak-anak saya di rumah, mereka sudah ada semuanya. Tapi anak-anak lain, di sekolahnya saja tidak ada kamar mandi. Jadi saya mau nangis melihat yang begitu. Apalagi saya orangnya mudah terenyuh. Anak-anak itu semangat belajarnya tinggi, tapi fasilitas masih sangat terbatas. Jadi kita senang bisa menggalang dana misalnya untuk membangun toilet,” ungkap Lili menggambarkan keadaan sekolah di wilayah terpencil.

Lili yang bekerja sebagai karyawan PermataBank ini menjadi relawan dari event Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelar oleh perusahaan. Ia mengatakan, PermataBank memiliki program yang mendorong karyawan untuk aktif menjadi volunteer. Dari kegiatan volunteer yang diikuti, karyawan akan memperoleh 1 poin senyum. Jika telah terkumpul 15 poin senyum, perusahaan memberikan beasiswa bagi 1 anak berprestasi yang kurang mampu selama 1 tahun. Bahkan, karyawan juga memperoleh cuti di luar jatah cuti tahunan khusus untuk melakukan kegiatan sosial.

"Saya dari dulu senang berbagi. Kalau ikut kegiatan volunteer di luar kantor kan agak susah. Nah ini ada penyaluran lewat kantor jadi bisa punya waktu karena dilakukan di hari kerja juga," ujar Lili. 

Nah, Anda berminat menjadi relawan? 

(Alika Rukhan)