Simpan Permasalahan Seks Anda!

Sebagai awal, ungkapan “What happened in Vegas stay in Vegas” nampaknya tepat dijadikan pembuka pelajaran.
 
Maksudnya, apa yang terjadi di tempat tidur antara pasangan suami istri, seharusnya tetap ada di atas tempat tidur mereka. Mengadukan dan membawa persoalan tempat tidur ke orang lain, apalagi ke media sosial tentu bukan hal yang tepat dan cenderung memperunyam masalah. Karena dapat menimbulkan berbagai spekulasi bagi para pembacanya.
 
Pelajaran lainnya, terkait dengan pokok permasalahan, yaitu tentang seks itu sendiri. Seks sejatinya tidak simpel. Bukan sekadar memasukkan Mr. P ke Ms. V, lalu selesai. Seks yang sehat sesungguhnya merupakan konsensus antara para pihak. Seharusnya ada kerelaan dan kemauan yang berasal dari pihak suami maupun istri untuk menjalankan proses seks tersebut. Di situ sebaiknya ada rasa cinta, kasih sayang, kepercayaan, penghargaan, dan saling memahami, di antara masing-masing pihak.
 
Sayangnya, kerap kali hubungan suami dan istri menjadi sangat teknis. Target melakukan hubungan seksual tiga kali seminggu, atau beralasan adanya “Sunnah Rasul” setiap malam Jumat, atau ada ritual-ritual lain yang terasa seperti kewajiban, membuat hubungan seksual kehilangan makna. Apalagi buat pasangan yang sudah dikaruniai anak, berhubungan seksual menjadi semakin menantang.