Tips Bertahan Hadapi Baby Blues

Merasa mengalami tanda-tanda baby blues atau perubahan emosi pasca-kelahiran? Inilah kiat para mama baru menghadapinya.

1. Jangan terlalu sering menghabiskan waktu sendirian. Juga, jangan mengurung diri di rumah.  Ungkapkan pada pasangan bahwa Anda sangat membutuhkan dirinya di masa-masa awal ini, baik untuk menemani mengasuh bayi atau meluangkan waktu berdua di sela-sela waktu tidur buah hati Anda.

2. 'Dekati' bayi Anda. Ternyata, anak bisa membantu melalui masa baby blues. Cobalah berbaring di sisinya saat ia tertidur pulas. Dengarkan tarikan napasnya yang teratur dan tarik napas dalam-dalam untuk menghirup wangi tubuhnya.

Nikmati kedamaian yang terpancar dari wajah anak – perlahan tapi pasti, Anda akan jatuh cinta padanya dan segala kesedihan plus kepenatan akan berganti dengan semangat baru.

3. Undang orang tua dan keluarga terdekat untuk sering-sering berkunjung dan menemani Anda dan bayi saat suami bekerja. Sesekali, minta bantuan babysitter untuk mengurus bayi Anda agar Anda bisa beristirahat dengan tenang atau menikmati perawatan tubuh pasca-persalinan di rumah.

4. Berjalan-jalanlah di luar rumah bersama anak. Anda juga bisa mencuri waktu untuk memutar DVD favorit dan menikmatinya bersama pasangan di akhir pekan. Intinya, semua kegiatan yang menyenangkan bisa membantu Anda melewati fase perubahan hormon ini.

5. Jangan lupa menjaga asupan gizi. Di masa pasca persalinan, Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk memulihkan kondisi tubuh, mengurus bayi, dan memberi ASI. Konsumsilah makanan tinggi kandungan energi, vitamin, dan serat.

Makanan kaya protein nabati, seperti tahu dan tempe, diketahui bisa membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh, sehingga mempercepat proses pemulihan hormon estrogen Anda.

Baca juga: Mengapa Bisa Alami Baby Blues Setelah Melahirkan

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia