Bahaya Kehamilan Berisiko Tinggi


Faktor risiko kehamilan tak hanya dipengaruhi oleh usia mama. Riwayat penyakit yang pernah dialami mama, fisiologis, hingga trauma pada kegagalan kehamilan sebelumnya juga turut berperan. Jika Anda mengalami satu atau beberapa faktor risiko kehamilan, tak perlu keburu panik dulu.

Kehamilan dengan risiko tinggi tetap bisa dijalani dengan aman dan nyaman, asalkan Anda melakukan hal-hal berikut:
1. Berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan kehamilan dengan dokter ahli kebidanan atau obgyn secara intensif. Anda mungkin akan lebih sering diminta untuk memeriksakan kehamilan dibanding dengan calon mama lain yang kehamilannya tidak bermasalah.

2. Jika memungkinkan, pilihlah rumah sakit atau klinik bersalin yang mempunyai fasilitas lengkap untuk mendukung berbagai pemeriksaan kehamilan. Hal ini karena Anda akan lebih sering menggunakan USG untuk memantau perkembangan janin, melakukan pengecekan tekanan darah lebih sering, ataupun melakukan pemeriksaan urin untuk mendeteksi adanya penyakit infeksi.

3. Berkonsultasi dengan ahli kedokteran lainnya, terutama ahli penyakit dalam dan ahli kesehatan anak. Kehamilan berisiko tinggi memerlukan pengelolaan terpadu dari berbagai ahli kesehatan.
4. Pertimbangkan proses persalinan yang akan dijalani setelah berkonsultasi dengan tim dokter apakah akan dipilih persalinan normal dengan induksi atau operasi caesar.

Dampak bahaya dari kehamilan berisiko tinggi bisa terjadi pada mama maupun bayi. Berikut ini beberapa di antaranya:
  • Bayi lahir belum cukup bulan
  • Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR)
  • Keguguran
  • Persalinan tidak lancar
  • Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan
  • Janin mati dalam kandungan
  • Ibu hamil/bersalin meninggal dunia
  • Keracunan kehamilan/kejang-kejang.
Segera Berkonsultasi dengan Dokter Jika:
  • Perdarahan vagina
  • Sakit kepala yang tak kunjung pergi
  • Kram di bagian bawah perut
  • Keputihan
  • Sering kontraksi, atau perut terasa kencang
  • Penurunan aktivitas janin
  • Rasa nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Pandangan kabur
(foto: 123rf)

Baca juga: Posisi Seks Aman Semasa Kehamilan

Edisi Terbaru

Try Something New

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia