Hamil Anak Ketiga, Kate Middleton Kembali Alami Morning Sickness Parah. Ini Fakta yang Harus Anda Ketahui


 


Kabar bahagia kembali terdengar dari keluarga kerajaan Inggris.

Pihak istana mengeluarkan pengumuman resmi mengenai kehamilan istri Pangeran William, Kate Middleton, pada Senin, 4 September 2017. Kehamilan ini merupakan kehamilan anak ketiga dari keluarga Pangeran William.
 
Seperti halnya saat Kate mengandung anak pertama dan keduanya, yakni Pangeran George dan Princess Charlotte, kehamilan ketiganya ini – menurut surat pernyataan resmi dari Kensington Palace – kembali diwarnai dengan hiperemesis gravidarum (HG), sehingga ia harus membatalkan sejumlah agenda pertemuan.
 
Di bawah ini adalah beberapa fakta seputar HG, yang perlu Anda ketahui.

1. HG berbeda dari morning sickness biasa
Perempuan hamil umumnya memang mengalami gejala morning sickness, alias mual dan muntah, tetapi HG merupakan kondisi yang jauh lebih serius, berat, dan ekstrem selama periode kehamilan. Penderita HG bisa merasakan mual dan muntah seharian, sampai 10 kali dalam sehari, dan membuat calon ibu menjadi tak berselera makan dan minum. Dalam kasus yang parah, penderita HG bahkan bisa muntah hingga 50 kali dalam sehari. Kondisi itu tentu bisa menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, tekanan darah rendah, dan ketosis akibat kekurangan glukosa. Jika morning sickness akan berlalu setelah 14 minggu, maka HG bisa bertahan jauh lebih lama, dan tak menutup kemungkinan akan berlangsung hingga si bayi lahir.

2. HG tergolong langka
HG sendiri tergolong kondisi yang langka dialami oleh ibu hamil. Berdasarkan data Departemen Kesehatan di tahun 2015, hanya sekitar 3% ibu hamil di Indonesia yang mengalami HG. Meski demikian, bukan berarti HG bisa dianggap remeh, karena jika tidak ditangani dengan baik, kondisi itu bisa membahayakan janin, serta membuat kondisi ibu hamil tidak nyaman. Umumnya HG terjadi pada trimester 1 kehamilan, tetapi gejalanya dapat memuncak pada awal trimester 2.

3. Penyebab HG belum pasti
Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti HG. Namun, seperti halnya morning sickness yang biasa, peningkatan atau perubahan hormon glikoprotein atau human chorionic gonadotropin (hCG) dan hormon progesteron dalam darah, serta stres, diduga menjadi penyebabnya.
 
4. HG bisa diatasi
HG dapat menyebabkan ibu hamil kehilangan cairan di dalam tubuh dan kekurangan asupan nutrisi karena penolakan makanan, atau seringkali muntah setelah mengonsumsi makanan. Selain dehidrasi, pada kondisi yang lebih parah, HG dapat menyebabkan kehilangan berat badan. Efek bahaya dari HG adalah mengalami rasa pusing, tekanan darah rendah, pingsan, sampai insufisiensi nutrisi yang mengakibatkan bayi tidak berkembangan dengan optimal. HG pun dapat mengakibatkan terpakainya cadangan lemak dan karbohidrat pada ibu hamil, sehingga Anda cepat merasa lemah, lesu, dan tidak berenergi.

"Ada pengobatan yang bisa digunakan saat hamil, termasuk pada 12 minggu pertama kehamilan, untuk membantu meringankan gejala HG. Ini termasuk obat antimual, vitamin (B6 dan B12), dan steroid, atau malah kombinasi ketiganya," jelas Daghni Rajasingam, juru bicara dari Royal College of Obstetricians & Gynaecologists. "Jika rasa mual dan muntah tak terkontrol, sebaiknya pergi ke rumah sakit agar dokter bisa mengetahui kondisi Anda dan memberi penanganan tepat untuk melindungi kesehatan ibu dan janin."
 
Selain itu, dikutip dari Alodokter.com, coba lakukan beberapa langka di bawah ini untuk membantu Anda mengatasi HG:
  • Hindari aroma-aroma, suara bising, dan kedipan cahaya berlebih yang bisa memicu mual.
  • Perbanyak istirahat dan kurangi gerak.
  • Kenakan pakaian longgar.
  • Minum air jahe atau soda ketika merasa mual.
  • Konsumsi kudapan kering, seperti biskuit, secara berkala.
  • Makan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, namun rendah lemak, serta kaya vitamin B6, seperti daging ayam, kentang, sawi, lobak dan kembang kol.
Untuk mengurangi pusing yang muncul saat bangun tidur, akibat tekanan darah yang menurun, jangan langsung turun dari tempat tidur dan berdiri, melainkan mirinkan dulu badan Anda ke kanan maupun kiri, lantas duduk perlahan, dan baru berdiri begitu Anda merasa kuat. Segelas air hangat juga bisa membantu mengurangi rasa mual yang timbul.

5. Pada kehamilan berikutnya, mungkin Anda tak mengalami HG lagi
Jika Anda memiliki keluarga dekat yang juga mengalami HG saat kehamilan, maka Anda pun berpotensi mengalami HG saat hamil. Meski begitu, dikutip dari Parents.com, hanya sekitar 50% ibu hamil yang didiagnosis HG akan mengalami HG lagi pada kehamilan berikutnya. (Debora Darmawan)

Baca juga: Atasi Mual dan Cegah Dehidrasi, Minuman Segar Ini Cocok Buat Ibu Hamil
 
Foto Dok. Royal.uk


Topic

kate middleton dan hiperemesis Gravidarum

 

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia