Ibu Hamil yang Keputihan Berisiko Melahirkan Prematur


Infeksi menjadi salah satu faktor risiko penyebab bayi lahir prematur. Demikian dikatakan Prof Dr dr Ali Sungkar SpOG(K) saat ditemui di acara Peringatan Hari Prematur Sedunia di RSCM Kiara, Jakarta, 18 November lalu.

Infeksi yang dimaksud Ali itu disebutkan meliputi semua jenis infeksi yang dialami ibu selama masa kehamilan. Termasuk infeksi bakteri penyebab sakit tipus, malaria, serta infeksi pada gigi. Namun, yang paling banyak terjadi
 adalah infeksi pada vagina atau saluran kencing.

“Semua infeksi. Yang paling banyak infeksi kan adanya di vagina. Vaginanya di mana? Saluran kencing. Apalagi? Misalnya dia sakit tipus, malaria, semua infeksi. Termasuk infeksi gigi yang sering disepelekan orang,” kata  Ali.

Lebih lanjut  Ali menerangkan hubungan erat antara infeksi kuman pada gigi dengan kontraksi kehamilan. “Kalau dari infeksi gigi, kan ada karies tuh. Ada kuman. Kumannya terus memicu, nanti bisa timbul kontraksi. Orang biasanya bilang: “Dok, saya kok kencang perutnya?” Padahal itu awal dari lahir prematur,” ungkap Ali.

Namun pada intinya semua infeksi berisiko memicu kontraksi yang menyebabkan kelahiran prematur. Untuk mencegahnya adalah dengan mengobati infeksinya.

Selain itu, ibu hamil yang kerap mengalami keputihan juga perlu waspada terhadap risiko kelahiran prematur. Ada keputihan normal dan keputihan yang disebabkan infeksi. Keputihan karena infeksi ditandai dengan warna cairan yang hijau atau kuning dan bau. Tapi perlu diperiksa terlebih dulu untuk memastikan, selanjutnya dilakukan penanganan untuk mengobati infeksinya.

“Keputihan harus dilihat nih keputihannya normal atau ada kumannya. Ada pemeriksaan. Nah  bisa dilihat nanti keputihannya jadi kuning, hijau, bau. Yang begini risk infeksi,” terang  Ali.

Bayi dikategorikan lahir prematur adalah jika kurang dari 37 minggu di dalam kandungan. Semakin dini kelahiran, semakin tinggi risiko kesehatannya. Maka itu, seorang ibu harus sangat memerhatikan kesehatan rahim sebelum hamil. "Rahim ibarat tanah. Kalau mau bercocok tanam, tanahnya harus baik dan subur," pungkas Ali. (Alika Rukhan)

Baca juga : Pentingnya Ajak Bicara Bayi Prematur 
 

 

Edisi Terbaru

Aku Indonesia

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia