Lakukan Pemeriksaan Ini Setelah Melahirkan Normal


Setelah melahirkan, Mama harus tetap pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. Berikut adalah pemeriksaan yang perlu dilakukan:

1 MINGGU PASCA BERSALIN
Dokter akan memeriksa perineum, apakah mengalami infeksi atau tidak.
Tanda terjadi infeksi bila:
1. Ada cairan lain, selain lokia, berwarna putih dan berbau tak sedap.
2. Perineum terlihat bengkak dan merah.
Jika terjadi, dokter akan memberikan antibiotika dan menganjurkan Anda merawat luka dengan cara bath seat, yakni berjongkok atau duduk, kemudian membasuh bekas luka dengan cairan antiseptik.

BERSIHKAN PERINEUM
1. Cuci tangan sebelum mengganti pembalut.
2. Bersihkan perineum dengan air hangat setelah buang air. Hati-hati suhu air jangan terlalu tinggi karena membuat perineum nyeri.
3. Bersihkan dengan handuk bersih, tepuk-tepuk perlahan. Selalu bersihkan dari arah vagina ke anus agar bakteri dari rectum/anus tidak terbawa ke vagina.

6 MINGGU
Masa nifas umumnya sudah selesai dan dokter kandungan akan melakukan serangkaian pemeriksaan.
Berat Badan: umumnya, berat badan seorang ibu pasca-persalinan sudah berkurang 3,5 – 4 kilogram.
Tekanan darah: apakah telah kembali normal, yaitu 120/80 mm/Hg.
Kondisi payudara: apakah ada sumbatan pada saluran ASI, apakah puting tidak melesak ke dalam? Apakah terjadi infeksi payudara (mastitis) sehingga terasa bengkak, merah dan lebih lembut. Beberapa dokter tidak melakukan pemeriksaan langsung, namun menanyakan kelancaran proses laktasi. Jangan ragu konsultasikan masalah Anda selama pemeriksaan.
Pemeriksaan panggul: apakah ukuran rahim telah normal kembali? Apakah mulut leher rahim (serviks) telah menutup? Apakah masih ada sisa-sisa plasenta di dalam rahim yang dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi. Apakah episotomi (jahitan pada perineum) telah sembuh?

Baca juga: Perawatan Vagina Pasca Melahirkan

INFEKSI RAHIM
Rahim bisa juga mengalami infeksi akibat proses persalinan yang tidak memenuhi standar kebersihan.
Untuk memastikan rahim tidak terinfeksi, dokter akan melakukan pemeriksaan yang diawali dengan pertanyaan berikut:
1. Apakah keluar cairan berwarna putih kekuningan?
2. Apakah Anda demam?
3. Apakah ada rasa nyeri di bagian rahim?
Bila ketiganya dijawab “ya”, artinya Anda mengalami infeksi, dan dokter akan memberi pengobatan antibiotika.

KONSTIPASI
Biasa terjadi 1 – 2 minggu setelah persalinan. Bila setelah 6 minggu pasca persalinan tetap terjadi konstipasi, perbanyak konsumsi air dan makanan berserat, seperti sayur dan buah. Jika tidak membantu, konsultasikan pada dokter saat pemeriksaan. Anda mungkin akan diberi obat pencahar.

KONSELING KONTRASEPSI
Bagi Bunda yang tak menyusui, haid pertama biasanya datang 5 – 8 minggu setelah persalinan. Untuk menghindari kehamilan, bicarakan tentang alat kontrasepsi mana yang paling cocok untuk Anda. Bagi Anda yang menyusui eksklusif, aktivitas ini bisa dijadikan metode kontrasepsi alami asalkan memenuhi 3 syarat berikut:
1. Bayi belum berusia 6 bulan.
2. Ibu belum haid lagi.
3. Bayi menyusu secara eksklusif.

Baca juga: Hamil Lagi Setelah Melahirkan

Sumber: Ayahbunda.co.id

 

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia