Mengompol Saat Hamil, Normalkah?

Inkontinensia urine atau mengompol memang termasuk hal yang cukup sering dialami oleh calon mama ketika kandungan semakin besar, dan biasanya akan hilang setelah mama melahirkan.

Pada trimester tiga, kepala janin menekan kandung kemih sehingga kapasitas kandung kemih menjadi kecil dan mama sering berkemih atau buang air kecil (bisa jadi sering ngompol). Hal ini masih wajar kok, Ma, inkontinensia urine atau mengompol memang termasuk hal yang cukup sering dialami oleh calon mama ketika kandungan semakin besar, dan biasanya akan hilang setelah mama melahirkan.

Pada masa akhir trimester ketiga, ada baiknya Mama waspada ketika mengalami inkontinensia urin. Pastikan bahwa yang keluar adalah air seni dan bukan air ketuban yang merembes atau bocor. Jika Mama curiga yang keluar adalah air ketuban, ada pemeriksaan untuk mengetahui yang keluar adalah ketuban atau urine berdasarkan perbedaan pH.

Untuk mengontrol inkontinensia, mama bisa melakukan:

1. Latihan kegel, yaitu mengencangkan dan mengendurkan otot-otot dasar panggul seolah-olah mama sedang menahan keluarnya air seni.

2. Usahakan berat badan tidak naik secara berlebihan selama hamil, karena semakin besar kenaikan berat badan dan kandungan maka kandung kemih akan semakin tertekan.

3. Jangan mengurangi asupan cairan dan air putih tapi hindari minuman yang bersifat diuretic seperti kopi, teh dan soft drinks.

4. Untuk berjaga-jaga agar air seni yang keluar tidak tembus ke celana atau rok mama, gunakan saja pembalut atau panty liner yang segera diganti jika terasa basah. (Foto: dok. Feminagroup.)

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia