Prediksi Biaya Tes Selama Kehamilan

Kesehatan Anda selama masa kehamilan sangat penting terutama bagi calon mama yang sudah berusia di atas 35 tahun. Berhubung sudah memasuki kategori kehamilan berisiko, dokter kemungkinan akan meminta Anda untuk melakukan sejumlah tes kesehatan agar kondisi mama dan bayi di dalam perut selalu terpantau dengan baik. Beberapa jenis tes tersebut, dan kira-kira berapa biaya yang perlu dikeluarkan, antara lain adalah:

1. Tes TORCH
Deteksi terhadap adanya infeksi kuman TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes) amat perlu dilakukan terutama pada trimester pertama kehamilan. Pada wanita hamil, infeksi TORCH amat berbahaya karena bisa mengakibatkan cacat permanen bahkan kematian pada janin dalam kandungan. Karena itulah, idealnya pemeriksaan TORCH sudah dilakukan sejak masa perencanaan kehamilan, agar dapat segera diatasi dengan obat-obatan apabila hasil tes ternyata menunjukkan status positif terinfeksi.
Perkiraan biaya: Sekitar Rp 2,2 juta

2. Deteksi Sindroma Down

Kemungkinan bayi lahir dengan kondisi Down Syndrome (Sindroma Down) akan meningkat seiring pertambahan usia wanita saat mengandung. Pada mereka yang berusia 30 tahun, kemungkinan melahirkan bayi dengan sindroma Down adalah 1:1000. Angka ini akan meningkat menjadi 1:400 apabila calon mama berusia di atas 35 tahun.
Perkiraan biaya: Untuk skrining dengan USG 2D, biasanya biaya sudah tercakup dalam paket pemeriksaan rutin kehamilan. Untuk skrining dengan USG 3D atau 4D, maka penambahan biaya akan mengikuti kebijakan rumah sakit yang biasanya berkisar antara Rp 200 – 1 juta. Untuk tes darah di laboratorium, biayanya adalah sekitar Rp 1,3 juta (jika dilakukan pada kehamilan trimester ke-1) dan Rp 4,2 juta (jika dilakukan pada kehamilan trimester ke-2).

3. Skrining Hipertensi

Tes tekanan darah sudah bisa dilakukan sejak usia kehamilan trimester pertama untuk mengantisipasi risiko terjadinya kondisi pre-eklamsia sedini mungkin, terutama bagi mama yang pernah mengalami gangguan tersebut pada kehamilan sebelumnya.
Perkiraan biaya: Sekitar Rp 1,6 juta

4. Skrining Diabetes Gestasional

Pada umumnya, dokter merekomendasikan calon mama yang berusia di atas 35 tahun untuk menjalani skrining glukosa pada trimester pertama kehamilan, yang kemungkinan akan diminta untuk diulang kembali pada mingu ke-24 dan ke-28 kehamilan. Pengukuran kadar gula darah ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kondisi diabetes gestasional yang biasa dialami wanita hamil. Gangguan ini perlu sedini mungkin agar dokter bisa segera mengatasinya. Jika dibiarkan tak tertangani, diabetes gestasional bisa “naik kelas” menjadi diabetes tipe 2 dalam tempo beberapa tahun setelah persalinan dilakukan.
Perkiraan biaya: Rp 300 ribu

(Sumber: Prodia. Biaya bisa berubah sewaktu-waktu)

Foto: Ingimage

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia