Tanda-tanda Persalinan Sebelum Waktunya

Persalinan cepat ini bisa terjadi pada siapa pun. Bahkan jika pada persalinan pertama Mama tidak mengalaminya, bukan berarti pada persalinan kedua tidak akan mengalaminya. Begitu pula sebaliknya. Karena, pada dasarnya, setiap persalinan adalah unik, tidak ada yang sama. Misalnya, pada persalinan anak pertama Mama mengenali tanda-tandanya dengan jelas dan perlu waktu proses lebih panjang, bisa jadi di persalinan kedua Mama mengalami persalinan cepat.
 
Walaupun begitu, menurut dr. Boy Abidin Sp.OG (K) dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, ada patokan medis yang sudah ditetapkan. “Pada kehamilan memasuki usia 37 minggu, atau sudah cukup bulan, seorang Mama sudah harus bersiap-siap dan waspada.

Dalam minggu tersebut kemungkinan persalinan sudah bisa terjadi, walaupun kita memang menyiapkan waktu hingga 40 minggu. Ini tanpa ada peristiwa pecah ketuban, ya. Karena, kalau pecah ketuban itu sudah masuk proses persalinan. Nah, kalau itu terjadi dan Mama tidak segera ke rumah sakit dan tetap di rumah, itu keliru.

Pecah ketuban bisa diikuti dengan persalinan lebih cepat. Dan, jika tidak dikelola dengan cepat bisa menjadi infeksi. Jadi, kalau ada pecah ketuban atau ada tanda-tanda vlek, Mama harus segera ke rumah sakit agar bisa dikelola dengan baik,” papar dr. Boy.

 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia