3 Langkah Mudah Stop Jadi Helicopter Mom



Semua orang tua menginginkan anaknya selamat, jauh dari bahaya. Di mana pun, pengasuhan anak diwarnai rasa cemas. Banyak rambu dibuat agar anak seminim mungkin keluar dari rumah.
 
Rumah yang aman dirancang agar para mama dapat memantau apapun yang dilakukan oleh anak. Mulai dari safety cam yang dapat Anda akses lewat ponsel agar Anda dapat memantau aktivitas anak di rumah, sampai aplikasi GPS trekker untuk melacak ke mana anak Anda pergi.
 
Hidup ini dinamis, anak akan terus tumbuh dan berkembang. Ada saatnya mama mengurangi kecemasan, dan berhenti memantau kegiatan anak agar anak tidak merasa langkahnya terhambat. Kuncinya, hilangkan rasa cemas itu. Coba langkah berikut agar Anda tidak lagi menjadi mata-mata dengan teropong selalu di tangan.
 

  • Lakukan olah bernapasan
Begitu bayangan buruk muncul di benak Anda menyangkut keselamatan anak, tenangkan diri, tarik-hembuskan napas secara perlahan, lakukan afirmasi positif. Imajinasikan segala hal yang indah menyangkut buah hati Anda. Lakukan hingga Anda merasa tenang.
 
  • Temukan pemicu kecemasan Anda
Duduk diam, tulis apa saja yang Anda khawatirkan sebagai orang tua. Manusia macam apa yang Anda khawatirkan dapat membuat anak Anda celaka? Sadari bahwa kita tidak selamanya dapat mendampingi anak-anak kita. Namun memata-matai anak terus menerus akan menguras energi mental Anda.  Sesuai tahap perkembangan usianya, bekali anak dengan sikap asertif untuk menolak orang asing.
 
  • Dengarkan dengan penuh kesadaran
Tahan diri untuk membuka mulut. Dengarkan kisah anak tanpa interupsi atau dorongan untuk menanggapi. Biarkan anak bercerita mengapa bibirnya luka dan berdarah-darah sepulangnya dari sekolah. Lukanya bisa saja bukan karena ulah temannya. Jatuh dan terluka lazim dialami anak-anak saat berolahraga di sekolah. Anak akan belajar dari pengalamannya, tanpa Anda harus berkata, “lain kali hati-hati..” (Immanuella Rachmani)
 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia