6 Tanda Jantung Anda Bermasalah



Seorang teman dikabarkan meninggal tiba-tiba, padahal kemarin sore masih chat leewat aplikasi whatsapp. Saat saya bertanya apa sakitnya, hampir semua teman mengatakan ia tidak pernah mengeluh apa-apa. “Padahal kan kelihatannya sehat, ya…” Demikian obrolan berakhir.

Di Negara Barat, 1 dari 4 orang meninggal karena serangan jantung. Adanya gangguan pada jantung memang sulit terdeteksi bila Anda tidak pernah merasakan keluhan apapun dan memeriksakannya pada dokter. Bagaimana jantung kita berdetak pun kita tidak dapat melihatnya ke dalam dada kita. Tapi, ada tanda dari luar yang patut Anda sadari akan adanya masalah pada jantung Anda.

  • Garis diagonal pada cuping telinga bawah (tempat Anda memasang anting-anting) yang disebut Frank’s sign – seperti nama penemunya, dokter asal Amerika, Sanders Frank. Dari risetnya ditemukan kaitan antara garis cuping telinga dengan pembentukan plaq di dalam pembuluh arteri atau penyakit atherosclerosis. 40 riset sudah membuktikannya, tetapi tidak diketahui bagaimana pembentukan plaq pada pembuluh arteri dapat membentuk garis diagonal pada cuping telinga.
  • Gumpalan lemak seperti tonjolan-tonjolan di permukaan kulit berwarna kuning pada beberapa tempat seperti bokong, lutut, siku, yang disebut xanthomas. Xanthomas adalah penyakit genetis yang disebut familial hypercholesterolemia, yaitu tingginya kadar kolesterol buruk dalam darah.  Tentu saja cadangan lemak itu juga ada di arteri yang menuju ke jantung. Dokter akan memberikan obat untuk menghancurkan lemak.
  • Penebalan dan pelebaran pada ujung jari tangan, dan kuku berwarna pucat. Penebalan dan  perubahan ini kerap tidak terasa. Ujung jari membulat, kuku menebal. Terjadi karena oksigenasi darah tidak mencapai jari tangan sehingga sel-sel memroduksi sesuatu untuk mengatasi kondisi tersebut. Pembesaran ujung jemari tangan ini merupakan tanda yang paling tua, ditemukan oleh Hipocrates pada abad 5 SM. Itu sebabnya kondisi ini juga disebut Hippocratic fingers.
  • Lingkaran abu-abu di seputar iris mata. Penyimpanan lemak juga tampak pada mata, yang disebut arcus senilis, tetapi tidak mengganggu penglihatan. Sekitar 45% orang berusia di atas 40 tahun memiliki lingkaran ini dan meningkat sampai 70% di usia 60 tahun. Kehadiran lemak yang tampak pada mata ini merupakan indikator adanya risiko penyakit jantung koroner.
  • Gusi longgar dan gigi goyah. Kondisi kesehatan gusi dan gigi merupakan indikator kesehatan jantung. Mulut kita penuh bakteri baik dan jahat. Bakteri jahat dapat masuk aliran darah dari mulut dan menimbulkan radang pada pembuluh darah yang berakhir dengan penyakit kardiovaskuler. 
  • Bibir berwarna biru. Meski bibir umumnya berwarna merah, tapi warna kebiruan akan tampak pada orang dengan masalah jantung. Ini disebabkan oleh kegagalan sistem kerja jantung dalam mengedarkan oksigen ke dalam jaringan darah.  Dalam kasus ini bibir berwarna biru akan menetap, berbeda bila kita teramat kedinginan – yang akan segera hilang. 
 
Tak perlu menunggu hingga berusia 40 tahun. Bila Anda mendapati salah satu tanda ini segera periksakan jantung Anda ke ahlinya, dan bersiaplah mengubah gaya hidup Anda dengan gaya hidup yang lebih mendukung kesehatan jantung Anda.