7 Kalimat Efektif Mendisiplinkan Anak [Part 2]



#5 Mama tidak mengerti, bila kamu berbicara seperti itu.
Tujuan: Menghentikan rengekan, jeritan, dan ketidaksopanan. Aturan ini paling membutuhkan konsistensi tingkat tinggi agar bisa berjalan efektif. Pada dasarnya, Anda hanya butuh mengacuhkan anak saat ia menyuruh (bukan meminta) Anda melakukan sesuatu, atau saat ia merengek dan berbicara dengan cara yang Anda kurang suka. Membisikkan aturan ini bisa membantu pemahamannya, membuat situasi menjadi sedikit lebih ringan. Bisikan akan menurunkan ketegangan, jadi ucapkan aturan ini beberapa kali dengan perlahan, dan jangan terpancing untuk meninggikan suara Anda. Anak yang merengek atau bersikap tidak sopan, jelas sedang mencari perhatian dan drama. Dengan berbisik, Anda tidak mengakomodasi keinginan mereka itu.

Kunci sukses: Memberdayakan anak dengan menunjukkan bahwa peryataan yang ia sampaikan penting nilainya (bila ia menyampaikannya dengan baik), dan membolehkan Anda mengacuhkan penyampaian yang kasar.

#6 Tak ada yang namanya bosan.
Tujuan: Mengindarkan anak berkata, “Aku bosan,” dan belajar menghibur dirinya sendiri. Coba ganti kalimatnya dengan mengatakan, “Tak ada yang namanya bosan, yang ada hanyalah gagal berimajinasi.” Atau, “Ini adalah kemalasan mental.” Perlahan akan anak setuju dengan pernyataan Anda. Bagaimanapun cara Anda mengemas pernyataan itu, hasilnya tetap akan sama: Anak bertanggung jawab menghibur dirinya sendiri.

Kunci sukses: Sampai anak Anda memecahkan teka-teki bagaimana sesuatu yang awalnya ada, lalu berubah menjadi tidak ada, mereka tak akan merasa bosan. Hal itu juga mengubah adu mulut yang biasa terjadi, dari yang awalnya menantang Anda (membuat daftar mainan milikmu, lalu menurut dan membolehkan ia menonton TV) menjadi sesuatu yang menantang diri mereka sendiri.

#7 Kamu tidak boleh ada di dalam ruangan saat Mama sedang bekerja, kecuali kamu juga ikut bekerja.
Tujuan: Membuat anak Anda turut membantu, atau tidak menganggu saat Anda sedang melakukan pekerjaan. Tentu Anda tidak suka, bukan, jika anak-anak sadar bahwa saya sedang sibuk membereskan rumah, tiba-tiba mereka meminta saya mencarikan sepatu boneka mereka, atau ikut menyelesaikan puzzle. Sebenarnya, anak-anak ingin berada di dekat kita selama mungkin, dan kita tidak bisa memaksa mereka membantu pekerjaan kita. Maka, coba katakan pada anak Anda bahwa ia tidak harus membantu Anda, tetapi ia juga tidak boleh berada di ruangan

tempat Anda bekerja, jika hanya duduk dan memandangi saya. Ia harus pergi ke tempat lain.
Kunci sukses: Saya tak mempersoalkan pilihan mana yang ia ambil. Dan, itu adalah keputusannya sendiri, jadi ia merasa memiliki kendali, walau sebenarnya tidak.

Foto: FOTOSEARCH

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia