Apakah Anda Termasuk Helicopter Parent?



Dampaknya Pada Anak:

  • Penurunan kepercayaan diri dan harga diri. Anak yang dibesarkan oleh helicopter parent berpotensi memiliki rasa percaya diri yang kurang karena sejak kecil tidak terbiasa membuat keputusan sendiri.

  • Kemampuan anak dalam menghadapi masalah juga tidak berkembang karena terbiasa ada orang tua yang selalu memastikan segalanya baik-baik saja untuknya.

  • Mengasuh anak dengan pola asuh helicopter parenting juga berpotensi dapat membuat anak-anak merasa kurang kompeten dalam menghadapi tekanan hidup mereka sendiri.

  • Peningkatan kecemasan. Sebuah penelitian dari University of Mary Washington, Virginia, AS, menunjukkan bahwa anak dengan helicopter parent juga berisiko lebih tinggi mengalami anxiety atau gangguan kecemasan.

  • Selain segi psikologis, helicopter parenting juga berdampak kurang baik bagi kemampuan anak dalam melakukan hal-hal dasar sehari-hari. Seperti mencuci baju atau mengemas barangnya sendiri jadi sulit dilakukan karena terbiasa sudah diurus semua oleh orang tua.


Jika sudah terbiasa dengan gaya helicopter parenting sejak kecil, anak menjadi tidak memiliki kuasa untuk melawan keputusan orang tuanya. Hal ini menyebabkan sebagian besar pilihan anak dalam hidupnya dibuat oleh orang tua. Di usia dewasa, hal ini bisa terus berlanjut dengan campur tangan orang tua di bidang pekerjaan bahkan pasangan hidup.

Ini yang Harus Anda Lakukan!

  • Biasakan sejak kecil, anak dapat menghadapi tantangan dan kegagalan sendiri agar kekuatan mentalnya terbangun sejak kecil. Jika terbiasa dengan orang tua yang mengatur semuanya untuk membuat segalanya mudah bagi anak, anak akan kaget ketika menemui permasalahan di masa dewasanya kelak. Karena, kegagalan dan tantangan adalah hal yang penting bagi anak untuk bisa berkembang dan mempelajari kemampuan baru.

  • Membiarkan anak berusaha sendiri. Biarkan anak mengetahui rasanya kecewa. Ketika anak sedang gagal atau dalam masalah, bantu mereka menghadapinya tanpa membuat keputusan besar atau melakukan sesuatu di luar kehendak anak.

  • Ajarkan dan biarkan anak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bisa ia lakukan agar kelak ia bisa mandiri. Dengan partisipasi orang tua yang tepat dalam mendidik anak, maka akan terbentuk anak dengan kepribadian yang percaya diri dan dapat diandalkan.

 
Baca juga:
Pola Asuh Positif Untuk Anak
Akibat Perbedaan Pola Asuh Anak
5 Tipe Pola Asuh Anak
Cara Tangani Perbedaan Pola Asuh Anak
 
 
(YENNY GLENNY)
FOTO: SHUTTERSTOCK
 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia