Ingin Keluarga Sehat, Jangan Lupakan 4 Pilar Gizi Seimbang


Dulu pemerintah mencanangkan pedoman 4 sehat 5 sempurna sebagai rumus bahan pangan sehari-hari. Tapi kini sudah disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS).  Dalam konsep PGS terdapat pedoman pola makan yang tidak ada di rumus 4 sehat 5 sempurna. Jadi perilaku dalam menikmati makanan juga memiliki dampak pada kondisi kesehatan.

Prinsip Gizi Seimbang terdiri dari empat pilar yang berupaya menyeimbangkan zat gizi keluar dan zat gizi masuk dengan memonitor berat badan secara teratur. Berikut ini empat Pilar Gizi Seimbang yang Mama perlu tahu berdasarkan paparan dari gizi.depkes.go.id:

 
1. Konsumsi Makanan Beragam
Tidak ada satu pun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi komplit. Kecuali ASI untuk bayi sampai usia 6 bulan. Untuk melengkapi asupan gizi bagi tubuh, maka Anda perlu menyajikan aneka jenis makanan dalam hidangan yang dikonsumsi.

Sebagai contoh, nasi kaya karbohidrat dan sumber kalori, tapi miskin vitamin dan mineral. Sayur dan buah kaya serat dan vitamin tapi sangat minim kandungan protein. Sebab itu keanekaragaman jenis pangan diperlukan untuk saling melengkapi zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi makanan beragam tanpa memerhatikan jumlah dan proporsinya juga tidak benar.

Prinsip yang disampaikan PGS adalah selain keanekaragaman jenis pangan, proporsi makanan juga harus yang seimbang, dalam jumlah cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur.

 
2. Membiasakan perilaku hidup bersih
Kurang memerhatikan kebersihan berpotensi terinfeksi beragam kuman penyebab penyakit. Penyakit infeksi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi status gizi seseorang secara langsung, terutama anak-anak.

Anda tentu biasa menemukan jika anak sakit, nafsunya makannya pun berkurang, yang berarti menurun pula zat gizi yang masuk ke tubuhnya. Dari sini kita memperoleh kesimpulan bahwa hidup bersih dan kurang gizi memiliki hubungan timbal balik.

 
3. Melakukan kegiatan fisik
Aktivitas fisik seperti olahraga bertujuan menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran sumber energi dan zat gizi dalam tubuh. Aktivitas fisik juga memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh termasuk metabolisme zat gizi. Jika jumlah kalori yang masuk tidak seimbang dengan yang dikeluarkan, kalori yang tersimpan dapat berubah menjadi lemak penyebab obesitas.
 
4. Mempertahankan dan memantau berat badan (BB)
Prinsip PGS mendorong masyarakat untuk memiliki berat badan seimbang. Indikator seimbang adalah Indeks Masa Tubuh (IMT) pada orang dewasa, yang berkisar pada angka  18,5 – 25,0.

Untuk mengukurnya, gunakan rumus membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (m) kuadrat. Sedangkan pada bayi dan balita, perkembangan berat badan harus sesuai dengan pertambahan umur, yang dipantau melalui KMS. (Alika Rukhan

Baca juga : 3 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan Anak