Jenis Pemanis Buatan

Berikut 13 jenis pemanis buatan yang diizinkan penggunaanya oleh BPOM dan studi keamanannya, seperti dijelaskan oleh Prof. Dr. Nuri Andarwulan, peneliti SEAFAST Center dan pengajar IPB, Bogor.

1.    Sakarin (Saccharin)
Pemanis generasi pertama ini secara sengaja disintesis pada tahun 1879 oleh Remsen dan Fahlberg. Kita mengenalnya dengan istilah ‘biang gula’. Derajat kemanisannya 300 - 400 kali gula pasir (sukrosa). Dibanding pemanis buatan lain, harganya pun paling murah. Sayangnya rasa manis sakarin juga disertai dengan after taste rasa pahit di lidah. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa sakarin tidak bereaksi dengan DNA, tidak bersifat karsinogenik, tidak menyebabkan karies gigi, dan cocok untuk penderita diabetes. Sejak tahun 1991 telah diakui tidak menyebabkan kanker kandung kemih pada manusia.
Nilai Kalori: 0 kkal/gram
ADI: 5 mg/kg berat badan

2.    Siklamat (Cyclamate)
Pemanis ini memiliki derajat kemanisan 30 kali gula pasir. Pernah dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan genetik karena dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa dalam dosis yang sangat tinggi siklamat dapat menyebabkan tumor kandung kemih , paru, hati, dan limpa pada hewan tikus percobaan.  Kemudian, hasil penelitian Codex Alimentarius Commissions pada tahun 1984 menyimpulkan bahwa siklamat tidak terbukti menyebabkan mutagen dan kanker. Meski Amerika Serikat dan Kanada tidak mengizinkan penggunaan siklamat sebagai bahan tambahan pangan, lebih dari 50 negara termasuk negara-negara di Eropa telah mengizinkan penggunaannya.
Nilai Kalori: 0 kkal/gram
ADI: 0-11 mg/kg berat badan

3.    Aspartam (Aspartame)
Pemanis ini termasuk paling populer dan paling sering dipakai di industri. Derajat kemanisannya cukup tinggi, yaitu  60 – 220 kali gula pasir dan tidak menyisakan after taste pahit. Namun pemanis ini tidak cocok ditambahkan ke dalam bahan yang akan dipanaskan.Lebih dari 90 negara telah mengizinkan penggunaannya. Aspartam dirombak secara cepat dan sempurna menjadi asam amino asam aspartat, fenilalanin dan metanol melalui jalur metabolisme normal. Di antara semua pemanis yang tidak berkalori hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Karena menghasilkan fenilalanin, maka penggunaan aspartam wajib mencantumkan  disclaimer ‘Mengandung Fenilalanin’ sebagai peringatan bagi  penderita fenilketonuria (kelainan metabolik yang tidak mampu memetabolisme fenilanalnin sehingga akan menumpul dalam darah dan bersifat toksik terhadap otak).
Nilai Kalori: 0.4 kkal/gram
ADI: 50 mg/kg berat badan

4.    Asesulfam Potassium (Acesulfame Potassium/Acesulfame K)
Derajat kemanisannya sekitar 200 kali gula pasir. Kelebihannya, mempunyai sifat stabil pada pemanasan. Pemanis ini akan dikeluarkan melalui urine tanpa mengalami perubahan. Karena tingkat kemanisannya yang tinggi, penggunaan asesulfam sebaiknya dibatasi dalam dosis yang kecil. Apalagi penggunaan asesulfam sering dikombinasikan juga dengan pemanis lain.
Nilai Kalori: 0 kkal/gram
ADI: 15 mg/kg berat badan

5.    Sukralosa (Sucralose)
Sukralosa merupakan derivate dari sukrosa, mempunyai tingkat kemanisan sekitar 600 kali gula pasir. Sukralosa tidak dapat dicerna dan diserap organ pencernaan sehingga tidak meningkatkan kadar gula dalam darah. Sukralosa tidak menyebabkan kerusakan gigi, perubahan genetik dan cacat bawaan.
Salah satu keunggulan sukralosa adalah tahan panas sehingga tingkat kemanisan yang diperoleh tidak menurun selama pengolahan suhu tinggi.
Nilai Kalori: 0 kkal/gram
ADI: 15 mg/kg berat badan.

6.    Sorbitol (Sorbitol)
Merupakan monosakarida (glukosa) dengan derajat kemanisan 0,5-0,7 kali gula pasir. Sorbitol juga bisa menjadi humektan, pengental, dan mencegah terbentuknya kristal pada sirup. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi. Dapat digunakan untuk produk bagi penderita diabetes dan diet rendah kalori. Konsumsi sorbitol perhari > 50 g akan berefek laksatif.
Nilai Kalori: 2,6 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan

7.    Isomalt (Isomalt)
Dibuat  dari sukrosa (gula pasir) dan merupakan campuran dua disakarida alkohol: gluko-manitol dan gluko-sorbitol. Mempunyai derajat kemanisan 0,45 – 0,65 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi, tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah penderita diabetes tipe I dan II.
Nilai Kalori: >2 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

8.    Maltitol (Maltitol)
Dibuat dengan cara hidrogenasi maltosa yang diperoleh dari hidrolisis pati. Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,9 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi, tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah penderita diabetes tipe I dan II.
Nilai Kalori: 2,1 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

9.    Silitol (Xylitol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat  kemanisan 1 kali  gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Tidak menyebabkan karies gigi.
Nilai Kalori: 2,4 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

10.    Manitol (Manitol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,5-0,7 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman. Dapat digunakan sebagai pengganti gula untuk produk bagi penderita diabetes. Konsumsi manitol perhari > 20 g akan berefek laksatif.
Nilai Kalori: 1,6 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

11.    Laktitol (Lactitol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,3-0,4 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman.Tidak menyebabkan karies gigi dan aman digunakan untuk produk khusus penderita diabetes.Konsumsi laktitol perhari > 20 g akan berefek laksatif.
Nilai Kalori: 2 kkal/gram
ADI: tidak dinyatakan.

12.    Eritritol (Erythritol)
Merupakan gula alkohol dengan derajat kemanisan 0,7 kali gula pasir. Termasuk GRAS (Generally Recognized As Safe) atau umumnya dikenal aman.Lebih dari 90% eritritol yang diserap usus halus dikeluarkan melalui urine tanpa perubahan dalam kurun waktu 24 jam.Tidak menyebabkan karies gigi, tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan insulin penderita diabetes.
Nilai Kalori: 0.2 kkal/gram
ADI: 1 g/kg berat badan


13.    Neotam (Neotame)
Merupakan jenis pemanis turunan aspartam dengan derajat kemanisan yang sangat tinggi, yaitu 7.000 – 13.000 kali gula pasir. Penambahan neotam pada konsentrasi tertentu dapat menghilangkan rasa pahit, rasa mentah, dan rasa beany (kacang-kacangan) dari produk kacang kedelai. Beberapa studi mengenai neotam telah aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek mutegenik, teratogenik, karsinogenik, ataupun sistem reproduksi. Selain itu, neotam dapat dimetabolisis oleh tubuh dan tidak akan terakumulasi di dalam tubuh karena akan dikeluarkan melalui urin atau feses.
Nilai Kalori: 0 kkal/gram
ADI: 0 – 2 mg/kg berat badan

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia