Kompetisi Berbumbu Persahabatan Si Koki Cilik

Adalah Bima (Farras Fatik), seorang anak dari keluarga miskin yang bermimpi besar untuk menang dalam kompetisi di sebuah Cooking Camp bergengsi. Bila menang, selain mendapat gelar The Little Chef, uang yang dimenangkan akan digunakannya untuk membangun rumah makan almarhum ayahnya yang sudah bangkrut. Perjuangan gigih Bima dimulai dari usahanya mengumpulkan uang untuk mengikuti kompetisi ini dibantu sang ibu, Aini (Fanny Fabriana). 

Setelah berhasil masuk Cooking Camp, Bima memulai persahabatan dan petualangan masaknya dengan 4 sahabat barunya, Alva (Ali Fikri), Kevin (Marcello), Niki (Clarice Cutie), dan Mely (Alifa Lubis). Juga Audrey Subrata (Chloe Xaviera) yang menjadi saingannya, pemegang gelar The Little Chef di Cooking Camp selama tiga tahun berturut-turut.

Film Koki-Koki Cilik ini disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dan akan tayang mulai 5 Juli 2018 nanti. Sebelumnya, Ifa Isfansyah telah menyutradarai film Garuda di Dadaku, Sang Penari, dan Pendekar Tongkat Emas. Selain diisi oleh para pemain cilik, film anak yang ringan dan fun ini juga dibintangi Ringgo Agus Rahman, Adi Kurdi, dan Aura Kasih dengan Lukman Sardi sebagai Creative Producer-nya.

"Sebelumnya aku gak bisa masak, sekarang sudah bisa masak, dan jadi suka masak setelah diajarin sama Chef Agus," cerita Farras (11 tahun) tentang perannya ini. Begitu pun dengan pemain-pemain lainnya. Mereka diberi workshop khusus selama 1 bulan oleh Chef Agus Sasirangan yang didaulat menjadi Food Consulting dan ikut berperan di film ini. 

"Kami diajarin pegang pisau, memotong dengan banyak cara. Memotong wortel jadi bentuk dadu sampai bentuk korek," tambah Alifa (11 tahun) yang sepulang workshop dibantu mamanya latihan lagi di rumah.

Sempat sedikit tergores menjadi pengalaman Clarice (11 tahun) saat muncul di film perdananya ini. "Sebelum syuting, aku nggak bisa masak, sekarang aku sudah bisa bikin sushi lho," cerita Clarice berbinar.


Pengalaman pertama memasak tidak hanya dialami oleh para pemain cilik. Morgan Oey yang berperan sebagai Chef Rama juga sebelumnya tidak bisa masak. "Saya suka makan, tapi saya nggak bisa masak. Di film ini saya adalah mantan chef terkenal yang menjadi cleaning staff berhati dingin dan tidak ramah, yang diam-diam mengamati bakat Bima lalu kemudian memutuskan melatih Bima untuk menjuarai Cooking Camp. Karena saya memerankan mantan chef terkenal, di beberapa scene saya menunjukkan keahlian masak, jadi saya harus bisa chopping sampai flipping.

Untuk ini, sebelumnya saya diajarin dulu sama Chef Agus selama 1 minggu. Hari pertama saja, saya sudah diajarin bikin pasta dari awal, mulai adonan dari tepung sampai jadi pasta. Hahahaha... lumayan, sekarang saya sudah bisa bikin pasta sendiri. Seru banget bisa belajar skill baru di film ini," terang Morgan yang kini sudah 28 tahun.

Selain belajar masak, di film Produksi MNC Pictures ini, Morgan belajar banyak bagaimana bekerja bersama anak-anak. "Menurut saya, selain harus bisa masak, ber-dealing dengan anak-anak juga menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana menciptakan situasi yang nyaman dengan anak-anak. Misal, kalau mereka ngantuk, saya ajak main biar bangun. Approach-nya harus beda dengan orang dewasa, walapun ini sudah film ke-11 saya. Ini juga yang membuat saya tertarik mengambil peran ini, selain karena film anak sudah jarang sekali. Film ini menjadi film anak dan film tentang masak pertama saya," ujar Morgan menambahkan.

Kalau ber-dealing dengan anak-anak adalah tantangan cukup berat bagi Morgan, lain lagi dengan Farras, Clarice, dan Alifa. Di film perdananya ini, adegan menangis jadi tantangan cukup berat bagi Clarice.

"Aku kesulitan adengan nangis. Belum terlalu bisa, harus latihan terus. Aku harus menghayati feel-nya sebelum take. Aku sampai belajar di YouTube dulu. Buka mata 1 menit sampai mata perih, biar air mata keluar. Baru bisa nangis. Kalau belum bisa nangis juga, tunggu dimarahi papi baru benar-benar nangis. Hahaha..." kisah Clarice yang sebelumnya sudah mengeluarkan mini album berjudul Tersenyumlah di usia 8 tahun.

"Kalau aku, karena deg-degan, aku jadi nervous. Eh, jadi lupa semua dialognya!" ujar Alifa yang sudah menyukai dunia modeling sejak usia 5 tahun, kemudian lanjut terjun ke sinetron, film, dan menjadi host.

Lain lagi dengan Farras, Koki-Koki Cilik adalah film ke-7 setelah Street Society, Get Merried 4 dan 5, Jagoan Instan, Dear Love, dan Sabtu Bersama Bapak. Farras yang suka dunia acting ini sudah membintangi hampir 50 iklan sejak usia 2,5 tahun, dan main sinetron di usia 5 tahun, kemudian lanjut ke film.

Baginya, selain belajar masak, cuaca di lokasi syuting menjadi tantangannya. Film Koki-Koki Cilik memang mengambil lokasi indah di Cikole, Lembang yang sering turun hujan dan berudara dingin. Apalagi, scene Bima dan Rama sebagian besar dilakukan malam hari.
 
Makin penasaran dengan film Koki-Koki Cilik, kan? 
Yuk, Ma, ajak si kecil dan para keponakan tersayang nonton tanggal 5 Juli 2018 nanti!
 

YENNY GLENNY
FOTO: DENISA ARUM P.
 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia