Menu Sahur dan Berbuka Yang Tepat Untuk Anak

Semangati buah hati Anda untuk rajin berpuasa dengan pilihan menu sahur dan berbuka yang sehat dan menarik perhatiannya. Karena perut anak berbeda dengan perut orang dewasa, sajikan makanan dan minuman yang sehat dan tepat untuk sang buah hati.

Setiap makanan dan minuman yang anak Anda konsumsi, dapat mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh sampai empat jam, setelah itu kadar gula darah akan menurun bertahap. Setelah empat jam, untuk mempertahankan kadar gula darah, tubuh akan memecah cadangan glukosa yang disimpan dalam hati dan otot (glikogen). Jika cadangan glikogen habis, selanjutnya tubuh akan menggunakan cadangan lemak dan protein sebagai sumber energi. Pada tahap ini, tubuh akan mengalami kelaparan. Itu sebabnya, saat berpuasa sangat penting untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa mempertahankan kadar gula darah tetap stabil dalam jangka waktu lebih lama.

Sahur

Seperti dikutip dari laman Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, dr. Rr. Vetria Sekar Damayanti, M.Sc., Sp.A mengatakan, “Secara garis besar, makan sahur harus dapat menyediakan 40% kebutuhan energi (30% dari makan besar dan 10% dari snack). Makanan untuk sahur harus mengandung semua zat gizi dalam komposisi seimbang serta jumlah cukup sesuai usia. Konsumsilah makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah, yaitu makanan yang bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara lambat tetapi bertahan lama.”

Seperti:
  • Nasi merah
  • Sereal
  • Spageti
  • Buah (anggur, pisang, jeruk, apel atau jus apel)
  • Ubi jalar
  • Kacang hijau
  • Susu rendah lemak
Jenis makanan untuk sahur sebaiknya lebih mudah mengenyangkan, atau memiliki fullness factor tinggi. Ini bisa Anda dapatkan dari taoge, semangka, anggur, wortel, jeruk, ikan, dada ayam, apel, kentang, dan pisang. Mengonsumsi buah dan sayur juga penting untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro dan serat agar anak tidak cepat lapar ketika berpuasa.

Berbuka

dr. Rr. Vetria Sekar Damayanti, M.Sc., Sp.A juga menambahkan, makanan buka puasa harus menyediakan 50% kebutuhan energi (10% dari makanan pembuka, 30% dari makan besar, dan 10% dari snack). Untuk berbuka, sebaiknya anak mengonsumsi jenis makanan yang mempunyai indeks glikemik tinggi, yaitu jenis makanan yang bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara cepat tetapi singkat.

Seperti:
  • Bagel
  • Donat
  • Roti putih
  • Corn flakes
  • Wafel
  • Kentang panggang
  • Wortel
  • Semangka
Aturan berbuka puasa untuk anak

Aturan ini, sebaiknya memang harus diperhatikan juga, pasalnya perut anak berbeda dengan perut orang dewasa. Ketika berbuka, dianjurkan untuk mengonsumsi snack atau makanan yang mengandung gula sederhana yang mudah dicerna dengan cepat untuk menyegarkan energi. Jangan langsung diberi es. Coba bujuk dulu dengan yang hangat dan manis, baru ketika sudah normal, bisa diberi minuman sedikit dingin. Setelah itu, sebaiknya segera konsumsi menu utama untuk memenuhi kebutuhan gizi utamanya. Sebelum tidur boleh mengonsumsi snack sekitar 10% dari kebutuhan energi total.

Perhatikan cairan tubuh

Anak-anak memiliki risiko untuk mengalami dehidrasi saat puasa. Cukupi cadangan cairan tubuh anak Anda pada waktu antara berbuka hingga sahur. Cadangan cairan ini bisa diperoleh dari air putih, susu, sup, buah, atau jus buah dan sayur.
 

Yenny Glenny
Foto: Dok. FG

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia