4 Cara Menumbuhkan Minat Seni Anak


“Reggy, ulangan Matematika kamu jeblok. Jadi, kursus menggambar stop dulu, ya. Biar nilai Matematikanya bagus lagi,” kata Fira, sang Mama yang berdomisili di Cinere, Jakarta. Mungkin, tidak sedikit Mama melakukan hal sama seperti Fira. Yaitu, menganggap aktivitas seni anak tidak sepenting pelajaran sekolah.

Seni dalam pendidikan dasar memang masih dianggap sebagai hobi. Lihat saja, berapa besar porsi pendidikan seni bagi anak yang disediakan di sekolah setiap minggunya? Kemudian, bandingkanlah dengan mata pelajaran lain, seperti matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan IPA. Pelajaran-pelajaran apa saja yang mendapat porsi dan penekanan yang lebih besar? Jawabannya, pasti bukan seni!

Itu sebabnya tidak sedikit pakar pendidikan khawatir, karena di beberapa negara, kesenian masih dinomorduakan. Semestinya ini juga membuat para orang tua khawatir. “Memang tidak mudah, menguji kemampuan yang dipelajari anak-anak dari seni. Tapi, bukan berarti seni menjadi kurang penting,” kata Kimberly Sheridan, Ed. D., salah satu pengarang Studio thinking: The Real Benefits of Visual Arts Education.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Sheridan bersama rekan-rekannya di Project Zero Harvard, sebuah kelompok riset pendidikan, mengungkapkan bahwa berpartisipasi dalam sebuah program kesenian sekolah meningkatkan kemampuan anak untuk:

• Mengamati dunia dengan cermat dan menyingkirkan prasangka
• Mengimajinasikan sesuatu dan kemudian merealisasikannya.
• Mempelajari suatu keahlian untuk mengekspresikan pemikirannya sendiri.
• Memecahkan masalah dan pantang menyerah, meski menghadapi kegagalan.
• Membayangkan hasil dari kerja kerasnya dan mencari tahu apa yang dapat menigkatkan hasil tersebut.

Terlebih lagi, riset lain yang dibuat berdasarkan otak dan penilaian perilaku menunjukkan kaitan erat antara seni dan keterampilan kognitif tertentu. Dalam sebuah penelitian di 2008 oleh lembaga nirlaba, Dana Foundation, para ilmuwan syaraf di tujuh universitas menemukan bahwa:

- Pelatihan musik meningkatkan kemampuan membaca dengan membantu anak-anak membedakan struktur suara kata-kata.
- Akting memacu ingatan dan kemampuan mengartikulasikan ide-ide
- Minat kuat dalam seni penampilan dapat meningkatkan konsentrasi, fokus, dan daya ingat.

Baca juga: Keuntungan Anak Kembangkan Bakat Seni 

Nah, untuk menumbuhkan minat anak terhadap seni, ada beberapa hal yang bisa Anda praktikkan:

Sediakan sarana dan peralatan seni yang sederhana yang mudah didapat dan tanpa perlu menguras kantong. Untuk anak batita misalnya, Anda dapat menyediakan peralatan dasar yang seperti finger paint, lilin mainan dan krayon.Untuk anak pra sekolah, Anda bisa menambahkannya dengan lem, selotip, gunting dan kuas. Makin besar anak dan makin eksploratif dia, Anda mungkin dapat menambahkannya dengan berbagai peralatan lain.

Biarkan anak bebas berekspresi. Jangan batasi kebebasan anak dengan mendikte bagaimana seharusnya suatu objek dibentuk dan diberi warna. Jika si kecil membuat suatu hal yang tidak?biasa menurut Anda, cobalah merangsangnya mengungkapkan cerita di balik hasil karyanya.

Anak kotor saat melakukan aktivitas seninya? Jangan khawatir, Ma. Lewat bermain kotor, si kecil bebas berekspresi tanpa harus dibatasi larangan dan omelan Anda yang tak ingin baju, tangan dan wajah si kecil kotor.Yang penting, si kecil membersihkan tubuh sesudahnya dan pastikan kotoran tersebut tidak masuk ke dalam mulutnya.

Dukung anak kursus seni. Caranya dengan menciptakan lingkungan kondusif untuk si kecil berekspresi juga di rumah. Misalnya, jika si kecil mengambil kursus piano, sediakanlah juga CD musik yang bagus untuk diperdengarkan atau coba dimainkan.
Pajang dan dokumentasikanlah hasil karya seninya agar si kecil bertambah rasa pencaya dirinya dan makin terpacu untuk lebih ekspresif dan kreatif dengan seni.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Kursus Seni Anak

 

Edisi Terbaru

Aku Indonesia

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia