5 Cara Mengendalikan Amarah Anak

Anak Anda kehilangan uang makan siangnya di sekolah – dan sekarang waktu bermain bersamanya harus dibatalkan. Seketika Ia melempar mainan legonya ke dinding sehingga hancur dan terserak dimana-mana. Jantung Anda seakan berhenti berdetak. Apakah perilakunya saat marah tadi akan menjadikannya menyukai kekerasan saa Ia besar nanti? Heather Shumaker, penulis buku It’s Ok Not To Share, berkata bahwa, “Frustasi dan kemarahan merupakan emosi yang normal, dan anak-anak memerlukan tindakan fisik yang kuat untuk membebaskan amarah mereka.” Namun, agar anak dapat mengarahkan perasaannya dengan baik, minta anak mencoba hal-hal di bawah ini:

1.    Berlari-lari mengelilingi ruang tamu atau ruangan lain di rumah yang paling besar sebanyak 30-50 kali putaran; begitu Ia menghitung sudah berapa kali putaran, Ia akan lupa dengan amarahnya, dan Ia sudah terlanjur lelah.

2.    Masuk ke dalam kamar mandi, atau basement rumah (jika ada), atau tempat tertutup lain di rumah, lalu menarik napas dan membuang napasnya sambil berteriak kencang. Hal ini akan memberikannya kelegaan tanpa harus menakuti saudaranya, atau tetangga.

3.    Seolah-olah sedang melakukan karate-chop (memotong batu bata dengan tangan), tapi ganti batu bata dengan kertas kado. Tindakan ini akan membuat anak merasa powerful dan dapat melepaskan rasa kesalnya.

4.    Berlari mengelilingi rumah, dan lakukan berulang kali. (Setelah beberapa kali, rasa marahnya mungkin akan berubah menjadi tawa).

5.    Melemparkan sesuatu ke atas pohon. Ini akan sedikit berantakan, tapi Ia tidak akan menyakiti siapapun.

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia