5 Permainan untuk Stimulasi Indra Anak 4 Tahun ke Atas


Meski terlihat sederhana, permainan sensori – yang mendorong anak menggunakan indra-indranya – ternyata memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Misalnya, menurut para psikolog pendidikan dan perkembangan anak dari Rumah Dandelion, yang menyusun buku “Keajaiban 7 Indra”, permainan sensori akan memperkaya pengalaman sensori anak, sehingga pemahaman yang ia miliki pun semakin kompleks dan pola pikirnya semakin berkembang. Permainan sensori pun dapat meningkatkan pemahaman bahasa dan memperkaya kosa kata anak, mengasah keterampilan motorik halus maupun kasar anak, mengembangkan kepercayaan diri, rasa ingin tahu dan kemampuan anak untuk mengambil keputusan, serta nebdukung anak berimajinasi atau memikirkan alternatif cara memecahkan suatu persoalan dengan kreatif.  

Nah, dalam buku “Keajaiban 7 Indra”, para psikolog dari Rumah Dandelion memberikan ide-ide permainan sensori yang dapat dilakukan di rumah bersama anak Anda yang berusia 4 tahun ke atas. Bukan hanya sekadar messy play untuk merangsang indra peraba, tetapi juga stimulasi menyeluruh untuk ketujuh indra anak, yaitu penglihatan (mata), penciuman (hidung), pendengaran (telinga), pengecap (lidah), peraba (permukaan kulit, terutama telapak tangan), vestibular, dan proprioseptif. Yang perlu Anda ingat, kalau anak menolak melakukan permainan tertentu, jangan dipaksa, ya. Coba lagi di lain waktu saat anak lebih siap, sehingga suasana bermain tetap menyenangkan.

Ayun-ayun Balon

Alat yang dibutuhkan:
•    Balon
•    Selimut kain

Cara bermain:
•    Bentangkan selimut, letakkan satu balon di tengah-tengahnya.
•    Ajak anak memegang kedua ujung selimut, sementara Anda memegang ujung selimut sisi lain.
•    Bersama-sama, entakkan selimut ke atas sehingga balon melambung tinggi, kemudian tangkap balon yang turun menggunakan selimut, dan lambungkan kembali.

Manfaat:
•    Melatih koordinasi mata tangan.
•    Mengasah kemampuan melacak gerakan dan antisipasi gerakan objek.
•    Mengembangkan motoric kasar dan kemampuan perencanaan motoric.
•    Melatih konsentrasi.
•    Meningkatkan kekuatan otot, seberapa kuat harus menggenggam agar selimut tidak terlepas.
•    Mengembangkan kemampuan kerja sama untuk mencapai tujuan.

Variasi:
Anda bisa mengganti selimut dengan raket bulu tangkis, dan anjak anak melambung-lambungkan balon dengan raket agar tidak terjatuh ke lantai/tanah.

Suara Apa Itu?

Alat yang dibutuhkan:
Lembar kerja yang berisi daftar gambar dengan keterangan di masing-masing berupa suara apa itu.

Cara bermain:
•    Ajak anak berjalan-jalan di lingkungan luar rumah, lantas minta anak mendengar lingkungan dengan baik dan saksama untuk menemukan suara-suara di sekitarnya, berdasarkan tema yang Anda tentukan sebelumnya, misalnya tema binatang (suara burung, suara kucing), atau tema lalu lintas (suara klakson mobil, suara mesin motor).
•    Saat anak berhasil menemukan suara tententu, minta ia memberi centang pada gambar yang sesuai di lembar kerja.
•    Permainan dapat pula dilakukan di dalam rumah, dengan mengunduh berbagai macam suara dari aplikasi.

Manfaat:
•    Membantu anak mengenali berbagai macam suara yang ada di kehidupan sehari-hari.
•    Meningkatkan surviving skill anak. Ada kalanya kita harus mengandalkan indra pendengaran untuk memahami apa yang terjadi.
•    Melatih anak mengarahkan perhatian pada bunyi tertentu.
•    Membiasakan anak mengabaikan suara-suara yang tidak relevan dengan kebutuhan anak saat itu.

Goresan Rahasia

Cara bermain:
•    Minta anak duduk memunggungi Anda.
•    Buat goresan-goresan di punggung anak, misalnya bentuk, huruf, atau angka tertengu.
•    Minta anak menebak apa yang Anda gambar.
•    Anda dapat pula menggambar di telapak tangan, telapak kaki, lengan, atau paha anak. Pastikan anak memejamkan mata saat Anda membuat goresan.
•    Untuk menambah sensasi, Anda dapat menggunakan alat saat menggambar, seperti dengan bolpoin, bulu-bulu, alat pemijat yang bisa bergetar.

Manfaat permainan:
•    Menguatkan kepekaan indra peraba anak.
•    Meningkatkan ambang batas agar lebih terbiasa merasakan sentuhan ringan.
•    Belajar mengenal bentuk, huruf, dan angka dengan cara yang menyenangkan.
•    Melatih kemampuan abstraksi anak untuk membayangkan bentuk dari sensasi sentuhan.

Enggrang dari Kaleng

Alat yang dibutuhkan:
•    2 kaleng susu/biskuit bekas
•    Tali
•    Paku dan palu (untuk membolongi kaleng)

Cara bermain:
•    Cuci bersih kaleng bekas pakai, lantas buat lubang pada sisi kaleng dengan menggunakan palu dan paku.
•    Masukkan tali ke dalam lubang, dan ukur sesuai dengan tinggi anak (ujung pegangan tali sedada anak).
•    Anak dapat memainkan enggrang kaleng ini dengan berdiri di atas kaleng dan berjalan sambil berpegangan pada tali.

Manfaat:
•    Melatih keseimbangan tubuh.
•    Mengembangkan motorik kasar dan perencanaan motorik.
•    Turut menstimulasi indra proprioseptif.
•    Merangsang kreativitas dengan membuat alat permainan dari barang bekas.

Oles Kumis

Alat yang dibutuhkan:
•    Cermin
•    Susu kental/krim kocok/madu
•    Sereal berbentuk bulat kecil

Cara bermain:
•    Posisikan anak duduk menghadap cermin.
•    Oleskan susu kental, krim kocok, atau madu di bagian atas mulut. Lekatkan sereal kecil hingga menempel di sekeliling mulut. Minta anak menjilatnya dengan menjulurkan lidah ke atas.
•    Bergantian oleskan susu kental/krim kocok di batas atas, bawah, dan samping kanan-kiri mulut.
•    Anda dapat turut melakukannya untuk memberi contoh kepada anak dan mendorong ia agar mau mencoba. Bisa pula anak yang diminta mengoleskan susu kental/krim kocok ke wajah orang tua.
•    Gunakan bahan lain, seperti puree buah, kecap, saus tomat, atau mayonnaise.

Manfaat:
•    Melatih otot-otot lidah yang membantu perkembangan bicara.
•    Menctimulasi kemampuan oral-motor anak.


Baca juga: Aktivitas yang dapat melatih kecerdasan motorik anak

 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia