8 Cara Menghadapi Anak Berkemauan Keras


 

Memang tak mudah memiliki anak-anak berkemauan keras yang hanya mau melakukan apa yang ia inginkan, tidak mau diatur, sering mengabaikan perkataan orang tua, dan terkesan tidak peduli. Mereka merasa integritasnya turun ketika harus patuh pada orang lain. Sifat-sifatnya yang seperti itu tentu dengan mudah mengundang perdebatan bahkan kemarahan orang tua.
 
Namun, menurut Dr. Laura Markham, psikolog klinis sekaligus pakar pengasuhan dari Columbia University, AS, anak-anak tipe seperti ini harus mendapatkan perlakuan khusus dari orang tua. Dengan perlakuan yang tepat, anak-anak ini dapat mengontrol dan melatih kemampuan kerasnya untuk menjadi sosok yang berintegritas, optimis, bersemangat, berani, dan tidak mudah terombang-ambing.
 
Markham memberikan tips bagaimana menghadapi anak berkemauan keras:

1. Beri Pilihan

Biasakan untuk memberi pilihan. “Jika Anda menawarkan pilihan, ia merasa seperti tuan atas takdirnya sendiri,” ujar Markham. Misalnya saja saat Anda mengajaknya pergi berbelanja. Anda bisa katakan padanya, “Kita akan berangkat 10 menit lagi. Kamu mau siap-siap sekarang atau nanti?”
 

2. Tunjukkan Empati 

Saat anak berkemauan keras mengutarakan keinginannya, ia akan berusaha sekuat mungkin mewujudkannya. Ketimbang menentangnya, berikan empati padanya dan pahami perasaannya. Misal, saat ia ingin membawa mainan mobil-mobilannya ke acara makan malam bersama rekan kerja suami Anda. Anda bisa mengatakannya, “Kamu suka mainan ini dan berharap bisa memainkannya, kan? Pasti senang bisa memainkannya. Tapi kita pergi ke acara makan untuk saling mengobrol dan beramah tamah, jadi kamu tidak bisa membawanya. Tapi, kamu tetap bisa memasukkannya ke dalam tas sehingga bisa memainkannya selama perjalanan.”

3. Biarkan Belajar Sendiri

Akan sulit memberi tahu anak-anak berkemauan keras tentang suatu hal. Cara terbaik untuk memberitahu mereka adalah dengan membiarkan mereka mengalaminya sendiri. Misal, ketika Anda mengatakan padanya untuk tidak naik sepeda setelah hujan karena jalan lebih licin, bergelombang, dan becek sehingga ia rentan tergelincir. Ia bisa saja berargumen bahwa ia akan lebih cepat sampai bila naik sepeda, di samping itu ia akan berhati-hati.
 
Ketimbang berdebat, biarkan ia belajar sendiri dan mengalami sendiri kesulitan mengayuh sepeda di jalanan paska hujan. Atau, buruknya lagi, mungkin ia perlu mengalami jatuh dari sepeda untuk memahami perkataan Anda. Namun, bila Anda menghawatirkan cedera serius dan risiko keselamatan si kecil, ada baiknya mencoba mengendalikannya dengan cara lain.

4. Dengarkan dan Lihat dari Sudut Pandangnya.

Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah mereka merasa selalu tahu yang terbaik. Bagi anak-anak berkemauan keras, tidak ada yang lebih tahu mereka ketimbang dirinya sendiri. Oleh karenanya, alih-alih memaksakan pendapat Anda padanya, ada baiknya dengarkan pendapatnya. Dengan begitu, Anda akan memahami keinginan dan alasannya.
 

5. Tidak Segera Menawarkan Bantuan

Anda mungkin geregetan dan tidak sabar ketika melihat si kecil tak kunjung naik ke tempat tidur. Ia masih menyibukkan dirinya dengan membereskan mainan, memasukkan buku pelajaran ke dalam ransel, merapikan tempat tidur, dan menggosok gigi. Namun, tahan diri Anda untuk tidak mengomel atau terlalu cepat menawarkan bantuan. Dengan mengatakan, “Ayo cepat, sudah malam” atau “Sini, Mama aja yang bantu,” Anda hanya mengundang ia untuk menentang Anda.
 
Anak-anak berkemauan keras lebih suka bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka suka mengerjakan semuanya sendiri. Untuk itu, dukung ia dengan mengatakan, “Wah, Mama lihat kamu menyiapkan banyak hal sebelum tidur. Hebat sekali kamu sudah mandiri! Sekarang apa yang masih perlu kamu lakukan?” Anak-anak yang merasa lebih mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri akan lebih kecil kemungkinannya untuk menentang.
 

6. Terapkan Rutinitas dan Aturan

Rutinitas dan aturan akan membuat mereka tertib. Bila tidak ada aturan, mereka akan bertindak sewenang-wenang dan sesuka hatinya. Anda bisa membuat aturan seperti mematikan lampu rumah pukul 9 malam ketimbang segera menyuruhnya tidur. Anda tak perlu khawatir ia tidak akan mengikutinya, karena biasanya anak-anak berkemauan keras adalah anak-anak yang bertanggung jawab.
 

7. Lebih Baik Menghindar Saat Marah

Saat Anda marah, sebaiknya Anda segera menarik diri untuk menghindar darinya hingga kemarahan Anda reda. Kemarahan dan reaksi yang keras hanya akan menciptakan dorongan balik di mana ia juga akan menjadi keras pada Anda. Hindarilah berupaya membuat diri Anda terlihat “menang”. Beri waktu pada Anda sendiri dan si kecil untuk memahami.
 

8. Mendisiplinkan Lewat Hubungan, Bukan Hukuman

Tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa membuat orang yang benar-benar berkemauan keras untuk mudah setuju. Hukuman hanya akan meningkatkan resistensi mereka. Mereka adalah anak yang tidak bisa diancam. Lantas bagaimana cara mendisiplinkan mereka? Caranya adalah melalui kedekatan. Bangun hubungan yang penuh dengan dukungan pada mereka.
 
Ketika merasa terkoneksi, anak-anak yang berkemauan keras biasanya akan setuju untuk melakukan apa yang Anda inginkan, bukan apa yang mereka inginkan. Anak-anak bekerja sama karena ada sesuatu yang mereka inginkan lebih pada saat itu, yakni hubungan yang dekat dengan orang tuanya.  Semakin Anda menghukum anak Anda, semakin Anda merusak hubungan hangat dengannya.
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia