Anak Gabung di Komunitas Baca

Pernah dengar tentang kelompok baca? Di Amerika kelompok seperti ini sudah cukup lazim. Contoh, Shireen Dodson dan putrinya, Morgan, 9 tahun, yang membentuk kelompok baca dengan para ibu dan anak-anak kenalan mereka. “Ada kalanya anak-anak susah untuk ‘bicara’ dengan mamanya, dan buku-buku ini akan sangat membantu untuk membahas sesuatu secara lebih mendalam dan terbuka,” kata Dodson, dari Washington, DC, yang juga penulis The Mother-Daughter Book Club.
    Kelompok baca ibu-anak ini juga akan membantu anak membaca dengan lebih baik, berpikir lebih kritis, dan malah bicara lebih terbuka tentang berbagai isu yang mereka hadapi seperti soal seks, atau narkoba.  
    Nah, tertarik untuk mencoba merintis kelompok baca? Langkah-langkah berikut mungkin bisa Anda coba:

  • Ajak anak-anak dan ibu mereka untuk bergabung. Mereka bisa orang yang Anda kenal, atau orang-orang yang Anda data dari lingkungan sekolah si kecil.
  • Usahakan kelompok itu kecil saja. Sekitar 8 anak sudah cukup. Jadi, setiap orang punya kesempatan untuk bicara. Jadilah tuan rumah secara bergiliran, atau pilih tempat tertentu sebagai pusat pertemuan.
  • Pilih satu buku baru setiap bulan (agar cukup waktu bagi setiap orang untuk membaca buku itu). Judul buku bisa diusulkan oleh keluarga yang jadi tuan rumah, atau hasil musyawarah dari anggota kelompok. Pastikan buku yang dipilih itu sudah lulus sensor, agar Anda yakin akan sesuai sebagai bacaan anak-anak.
  • Lontarkan pertanyaan yang dimengerti anak-anak. Apakah hal seperti ini pernah terjadi pada kalian? Apa yang akan kalian lakukan jika berada di posisi tokoh buku ini?
PAR 0208

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia