Anak Kepergok Akses Pornografi



Saat anak kepergok mengakses pornografi , tak perlu langsung panik. Ambil napas panjang dan pikirkan dulu situasinya sebelum bertindak dan bicarakan dulu dengan papa. Hindari reaksi berlebihan, karena reaksi orang tua ‘histeris’ terkadang bisa berdampak lebih serius pada anak dari dampak paparan pornografi itu sendiri.

Dr. Daniel Broughton, ketua National Center for Missing and Exploited Children di Amerika Serikat mengatakan, “Apa yang dilakukan anak Anda (mengakses situs porno) memang sebuah masalah, tapi apa yang ia pikirkan atau rasakan bukanlah masalah. Sebaiknya orang tua tidak mengatakan ‘Kamu dosa kalau memikirkan tentang seks’, meski Anda benar-benar marah mengetahui anak Anda mengakses pornografi . Jangan sampai anak berpikir bahwa ia mempunyai pikiran dan perasaan yang abnormal atau cabul”.

Menurut Richard Toft, psikolog anak dari Palo Alto, AS, sesekali ‘mengintip’ materi porno atau menggunakan pornografi sebagai stimulasi seksual bukanlah sesuatu yang abnormal dari seorang praremaja. Anda harus bisa menerima bahwa anak Anda juga seorang makhluk seksual. Anda perlu khawatir kalau si anak nampak terobsesi dengan pornografi . Yang sangat penting diwaspadai adalah akses terhadap pornografi anak.


Jangan sampai anak Anda (karena ketidaktahuan) mengakses situs porno yang menampilkan anak-anak atau remaja di bawah usia 18 tahun. Mengakses dan menyimpan gambar-gambar yang menampilkan pornografi anak merupakan pelanggaran hukum serius dan bisa mendapat hukuman penjara. Apalagi jika anak Anda sempat
menyebarkan gambar tersebut kepada teman temannya. Untuk yang satu ini Anda dan papa harus benar-benar waspada ya Ma!

Apakah anak perlu dihukum karena mengakses situs porno? Jika Anda berpikir bahwa yang dilakukannya itu salah, anak harus menerima konsekuensi. Tapi sesuaikan dengan kesalahannya. Kalau ini pertama kalinya Anda memergoki, mungkin beri saja peringatan keras dan hukuman yang cukup ringan. Hukuman bisa diperberat kalau anak mengulang kesalahannya. Masih belum yakin anak tidak akan mencoba lagi? Pasang fi lter atau parental control pada tiap gadget yang digunakan anak.

Foto : TPG News

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia