Bantu Anak Siap Hadapi Ujian


 

Baik ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, tes akademik apa pun, atau ujian di tempat les, rentan membuat anak-anak mengalami kecemasan. Barbara Baggerly-Hinojosa, Ph.D., profesor dan pakar pendidikan dari Our Lady of The Lake University, Texas, AS, mengatakan bahwa tidak hanya siswa yang perfeksionis saja yang memiliki kecemasan atau kekhawatiran yang tinggi dengan tes. Dalam pengamatannya, sebagian besar siswa merasa tertekan saat menghadapi tes akademik.
 
Anak-anak memiliki kecemasan apakah akan bisa menjawab soal dengan benar atau dapat menyelesaikan menjawab semua pertanyaan tepat waktu. Lebih dari itu, mereka juga khawatir akan nilai yang mereka dapatkan. Kecemasan menghadapi ujian sebetulnya adalah hal yang normal. Namun bila berlebihan bisa disebut dengan test anxiety.
 
Menurut Anxiety and Depression Association of America, kecemasan berlebih atau test anxiety pada anak-anak saat menghadapi tes bisa memengaruhi kondisi fisik dan emosionalnya. Beberapa anak dapat mengalami sakit kepala, mual, diare, keringat berlebih, napas pendek, atau detak jantung yang sangat cepat. Di samping itu, mereka juga berpotensi mudah marah atau mengalami ketakutan yang luar biasa.
 
Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu meminimalisir kecemasan anak-anak saat menghadapi ujian antara lain:
 
Antisistem Kebut Semalam
Ajak anak Anda untuk memasukkan jadwal ulangan ke dalam kalendernya. Dengan begitu, mereka akan terdorong untuk mempersiapkan dirinya beberapa saat sebelum ulangan. Mendekati pekan ulangan, mulailah dengan menyisihkan 30 menit atau lebih dari waktu belajarnya untuk mencicil persiapan ulangan. Dengan begitu, semua beban materi ulangan tidak dikebut dalam semalam.
 
Richard Roberts, Ph.D., seorang peneliti dari Educational Testing Service (ETS) di Princeton, New Jersey mengatakan, tekanan waktu dapat menambah kecemasan. Menyadari bahwa ulangan akan berlangsung esok pagi sementara persiapan belum selesai, anak-anak akan semakin cemas dan kurang optimal dalam menyerap apa yang mereka pelajari di malam tersebut.
 
Membuat Rangkuman
Dengan merangkum, anak-anak akan terbantu untuk mengingat kembali semua materi pelajaran yang akan diujikan. Untuk anak yang memiliki tipe belajar visual, Anda bisa memintanya membuat rangkuman dalam bentuk diagram pohon yang berwarna-warni. Manfaat lain membuat rangkuman adalah lebih mudah untuk dibaca bahkan saat sedang di dalam kendaraan menuju sekolah.
 
Tidak Memberi Tekanan
Sebaiknya orang tua tidak menuntut anak harus mendapatkan nilai tertentu. Fokuskan kepada upaya mereka untuk memahami materi. Roberts mengatakan bahwa stres akan ujian yang dialami anak-anak bisa jadi berasal dari orang tua yang terlalu menuntut dan anak-anak takut mengecewakan mereka.
 
Ajarkan Anak Bernapas Tenang
Pelajari beberapa cara menenangkan diri. Misal, mengajak anak bernapas dengan tenang agar lebih rileks. Meski setiap saat kita bernapas, tapi bernapas dengan tenang juga bisa menjadi teknik relaksasi sederhana.
 
Caranya, minta anak duduk dengan rileks, bersandar, pikirkan sesuatu yang menyenangkan, lalu tarik napas dengan tenang. Coba tuntun anak melakukannya dalam 3 hitungan tenang, lalu lepaskan lagi 3 hitungan. Lakukan sampai anak merasa lebih baik. Katakan pada anak, ia juga dapat melakukan teknik bernapas ini saat besok ia mengalami kecemasan di tengah waktu ujian.
 
Fokus pada Diri Sendiri
Arahkan anak Anda untuk tetap fokus pada diri sendiri dalam mempersiapkan ujian. Mereka tidak perlu melihat atau membandingkan dirinya dengan temannya yang lain.
                                                                                                                                   
Simulasi Ulangan
Anda bisa menyarankan si kecil untuk melakukan simulasi ulangan. Biarkan mereka mengerjakan soal di buku latihan dengan diberi waktu sesuai dengan waktu yang disediakan dalam ulangan. Setelahnya, ia bisa mencocokkan jawabannya dengan kunci jawaban di buku.
 
Tidur Cukup
Saat ulangan, anak-anak perlu tidur yang cukup. Tidur cukup dan nyenyak akan membantu memaksimalkan konsentrasi dan ingatan mereka. Anak-anak yang kekurangan tidur akan lebih sulit dalam mengendalikan emosi mereka dalam menghadapi kecemasan.
 
Imbangi dengan Makan Sehat dan Aktivitas Fisik
Makanan sehat dan aktivitas fisik tidak dapat dikesampingkan. Saat beraktivitas fisik, hormon endorfin atau yang dikenal dengan hormon bahagia akan dilepaskan.  Hormon ini akan membantu meningkatkan konsentrasi dalam belajar.
 
Dapatkan Bantuan
Apabila anak Anda merasa bahwa ia butuh bantuan untuk persiapan ulangan, Anda bisa menawarkannya untuk memanggil guru privat atau mengikutkannya les tambahan.
 
Untuk Working Mom
Untuk Mama yang bekerja, mungkin butuh upaya lebih dalam membantu mempersiapkan anak Anda dalam mengikuti ulangan. Bagaimana tidak, Anda tidak bersamanya di siang hari. Apalagi bila Anda sampai di rumah cukup malam. Untuk itu, delegasikan tugas Anda kepada orang yang ada di rumah baik itu pengasuh, atau kakek-nenek untuk mengingatkan anak-anak agar selalu mengikuti jadwal belajar yang sudah dibuat.
 
Sempatkan untuk menanyakan apakah ia memiliki kesulitan dalam materi tertentu saat Anda tiba di rumah. Jangan lupa selalu memberi afirmasi positif bahwa ia bisa mengerjakan ulangan dengan baik sebelum tidur. Saat sarapan dan perjalanan mengantarnya ke sekolah, Anda juga bisa bermain tebak-tebakan dengannya tentang kisi-kisi yang akan keluar di ulangan hari itu.
 
Di Hari-H
Bisa jadi, kecemasan anak akan semakin menjadi-jadi di hari-H mereka harus mengerjakan ujian. Untuk itu, bantu mereka dengan cara sarapan dengan makanan sehat. Bila perlu, antarkan mereka ke sekolah agar mereka lebih tenang. Upayakan berangkat lebih pagi agar sampai di sekolah lebih awal. Tiba di sekolah terlalu mendekati waktu ujian akan semakin mendorong rasa cemas mereka timbul. Beri mereka semangat sebelum meninggalkan mereka di sekolah.
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: SHUTTERSTOCK