Lakukan 4 Hal Ini untuk Mendukung Anak Meraih Cita-cita


Setiap orang tua ingin anaknya berhasil meraih impian dan cita-cita. Tapi sudahkah Anda melakukan tugas Anda untuk mendukungnya? Ada peran penting dari orang tua sebagai support system bagi anak. Antarkan si kecil ke gerbang cita-citanya dengan melakukan beberapa hal ini: 

Temani anak berjuang

Anak Anda mungkin pernah merasa ingin menyerah pada hal-hal yang sedang dilakukannya. Misalnya, “Aku nggak bisa soal matematika ini!” Atau ia mengatakan, “Aku ini payah kalau bermain bola.”

Untuk mencegah anak berkesimpulan seperti itu, cobalah ubah perspektifnya. Cobalah bingkai ulang pemikirannya menjadi lebih positif dengan mengatakan hal berikut, “Sekarang kamu belum bisa mengerjakannya, tapi nanti pasti bisa.” Atau, “Semua olahraga baru memang sulit dipelajari awalnya.”

Dan, biarkan anak tahu bahwa bukan dia satu-satunya yang frustasi, karena teman-temannya yang lain pasti mengalami hal ini juga. Supaya ia tetap optimis, Anda boleh membantunya mengingat kembali tentang keberhasilannya yang lalu, misalnya, “Ingat, kan, dulu kamu sama sekali tidak bisa berenang, Tapi lihat sekarang, kamu berenang seperti ikan.”
 

Tetaplah realistis
Saat anak sedang sedih, Anda mungkin begitu ingin menghibur anak dengan kata-kata yang manis dan bisa membuat anak kembali ceria. Misal ketika anak baru saja merusakkan mainannya secara tidak sengaja, Anda mungkin ingin berkata “Tenang, nanti dibelikan lagi sama papa mainan yang baru.”

Padahal, bisa jadi kata-kata yang Anda ucapkan itu mengandung harapan palsu. Tahan diri Anda, Ma. Lebih baik Anda katakan pada anak, “Ya, Mama tahu kamu tidak sengaja menjatuhkannya. Sekarang mainan kamu rusak, ya memang itulah risikonya kalau kita tidak hati-hati.”

Ironisnya, meyakinkan anak bahwa segalanya akan baik-baik saja justru malah akan membawa dampak yang sebaliknya. Rasa optimis yang sesungguhnya membutuhkan pemikiran yang realistis, tak sekadar pemikiran yang positif.
 

Memberi contoh
Orang tua merupakan sosok yang ditemui anak setiap hari di rumah. Sikap dan sifat anak kebanyakan merupakan cerminan dari orang tuanya. Itu sebabnya, orang tua harus menunjukkan sikap optimis di depan anak-anaknya, agar anak bisa meniru dan memiliki rasa percaya diri. Jadilah orang tua yang patut dicontoh oleh anak.

Dan yang paling penting, bentuklah lingkungan yang memungkinkan anak Anda dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri.


Tunggu sebelum beraksi
Ketika melihat anak Anda diejek, apa reaksi Anda? Apakah Anda akan langsung mendatangi anak yang mengejek dan membela anak Anda? Tak perlu, Ma. Tak perlu terlalu sering membantu anak dalam memecahkan suatu masalah yang sedang ia hadapi.

Yang perlu Anda lakukan adalah mengatakan pada anak bahwa Anda percaya ia mampu menyelesaikan sendiri masalahnya. Lihat saja, setelah Anda mengatakan hal ini, sangat mungkin anak akan merasa lebih berani membela dirinya sendiri ketika ia diejek oleh temannya. “Aku tidak seperti yang kamu katakan!”

Ketika anak kesulitan menemukan jawaban PR atau menempatkan satu keping potongan puzzle, sangatlah mudah bagi Anda untuk mengintervensi dan membantu anak menyelesaikan masalahnya.

Tapi tahan diri, Ma. Membiarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan Anda akan meningkatkan rasa bangga atas pencapaiannya, serta membuatnya lebih optimis mengenai apa yang bisa dilakukannya di masa mendatang.

Baca juga : Cara Menanggapi Cita-cita Anak 

 

Edisi Terbaru

Family Holiday

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia