Masih Anak-anak, Kok, Beruban?

Ketika sedang menyisir rambut si kecil, tiba-tiba Mama menemukan beberapa helai rambut berawarna putih keabuan. Apakah anak Mama sudah beruban?
Uban biasanya dikaitkan dengan salah satu tanda penuaan. Pada orang dewasa, umumnya uban muncul di usia 30-40 tahun. Uban disebabkan oleh penurunan kerja atau berhentinya kerja sel-sel kecil yang disebut melanosit dalam folikel rambut. Melanosit bertanggung jawab dalam memberi warna rambut. Ketika kinerjanya sudah menurun, maka muncullah rambut putih keabuan.
 
Penyebab Uban pada Anak
Uban pada anak atau yang dapat disebut dengan premature hair gray (beruban lebih cepat) dapat disebabkan oleh beberapa hal :

  • Genetik

Sebelum khawatir berlebihan, cobalah untuk bercermin terlebih dahulu, apakah Mama atau Papa juga beruban di usia muda? Atau adakah keluarga yang juga sudah beruban sejak muda? Jika iya, maka uban pada anak bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik.
Beberapa anak mungkin memiliki melanosit yang lebih cepat melambat bekerja karena faktor genetis. Hal ini sangat mungkin terjadi jika anggota keluarga lain juga mengalami hal yang sama.

  • Kelainan atau Penyakit Tertentu

Penyakit tertentu di masa kanak-kanak dapat berpengaruh juga pada rambut. Beberapa penyakit seperti vitiligo dan tuberous sclerosis diindikasikan sebagai penyebab lemahnya pigmentasi rambut.
 
Anak-anak dengan vitiligo memiliki kulit dengan kemampuan menghasilkan melanin yang terganggu. Sedangkan tuberous sclerosis adalah tumor kecil yang berkembang di banyak anggota tubuh seperti, otak, ginjal, jantung, dan salah satunya kulit, atau bisa juga tumbuh di kulit kepala. Penyakit ini biasanya mengurangi kemampuan pigmentasi rambut dalam memproduksi warna, bahkan menyebabkan kerontokan.

  • Kekurangan vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat memicu tumbuhnya uban pada anak-anak. Anak-anak vegetarian atau yang sedang menjalani diet vegan mungkin lebih rentan mengalami uban lebih dini. Pasalnya, vitamin B12 lebih mudah ditemui dalam produk-produk hewani.
Selain itu, dalam beberapa kasus ada kondisi di mana tubuh tidak mampu menyerap vitamin B12 secara optimal. Yakni ketika anak baru selesai melakukan operasi pada bagian perut seperti usus buntu. Hal ini juga berpotensi menyebabkan uban pada mereka.

  • Riwayat Ketombe

Sebuah penelitian di Australia yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology Symposium Proceedings menemukan keterkaitan yang lemah, namun positif, antara riwayat ketombe dan uban.

  • Penggunaan Sampo

Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa sampo dapat menyebabkan tumbuhnya uban. Namun, coba amati penggunaan sampo pada si kecil. Apabila Mama mencurigai sampo tertentu, maka sebaiknya hentikan pemakaiannya pada si kecil.


Cara Menangani
Belum ada studi yang bisa menunjukkan cara tepat untuk mengatasi tumbuhnya uban. Namun, mengutip dari beingtheparent.com, mengingat bahwa uban bisa muncul karena melemahnya kerja melanosit pada folikel rambut, maka kita bisa mencoba untuk mengaktifkan melanosit tersebut. Berikut ini adalah perawatan di rumah yang bisa Mama lakukan :

  • Campuran Minyak Kelapa dan Daun Kari

Rebus minyak kelapa dengan satu ikat daun kari. Lanjutkan memanaskan hingga daun berubah warna menjadi hitam. Balurkan pada kulit kepala si kecil dan pijat lembut. Lakukan dengan rutin

  • Yogurt dan Ragi

campurkan satu mangkok yogurt dengan satu sendok makan ragi. Oleskan pada rambut si kecil setiap hari. Bisa digunakan sebagai masker. Bilas bersih setelahnya.

  • Minyak Almon sebelum tidur

Balurkan minyak almon secara rutin ke kepala anak setiap sebelum tidur. Lalu, bersihkan rambutnya di pagi hari.

  • Butter yang terbuat dari Susu Sapi

Butter ini membantu menangani uban pada anak. Namun, aplikasikan cukup seminggu sekali saja.
 
Mama juga bisa mencoba menggunakan produk-produk lokal seperti minyak kemiri atau orang-aring. Minyak kemiri dan orang-aring adalah salah satu warisan Indonesia yang diyakini baik untuk pertumbuhan dan menghitamkan rambut. Mama juga bisa menggunakan lidah buaya. Oleskan lidah buaya ke kulit rambut anak dan berikan pijatan lembut. Lidah buaya diyakini bermanfaat untuk menghitamkan rambut, melembapkannya, serta menghilangkan ketombe. Yang menyenangkan, lidah buaya dapat memberikan sensasi dingin dan segar di kulit kepala anak.
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY

 

 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia