Perut Besar, Kurangi Volume Otak



Di seluruh dunia anak-anak dan remaja obesitas  jumlahnya fantastis. Angkanya naik sepuluh kali lipat dalam kurun waktu 40 tahun, mencapai 200an juta. Para peneliti mengatakan, epidemi obesitas global ini adalah hasil dari pemasaran makanan dan pembuatan kebijakan yang buruk di seluruh dunia.

Obesitas pada anak merupakan faktor penting karena cenderung meningkat dan berpotensi sebagai penyebab gangguan kesehatan serta masalah psikososial. Remaja obes cenderung merasa rendah diri, harga diri buruk, depresi, mengalami kesulitan di sekolah, dan mengalami kesulitan belajar dibanding remaja dengan status gizi normal.

Bagaimana tidak? Remaja kita yang sedang mencari jati diri, sedang membentuk konsep diri  dan sedang asyik-asyiknya melirik-lirik lawan jenis ini memilki berat badan berlebih. Dalam pergaulan, mereka cenderung dijauhi, dibully karena bergerak lamban dan dianggap tidak asyik.

Mudahnya akses makanan murah, promosi yang menarik dan aktivitas fisik yang sangat kurang mengakibatkan masyarakat kita kian menggemuk. Apa dampaknya?

Sumber daya manusia berkualitas rendah dan beban pemerintah kian berat bila obesitas tidak diatasi. Ini alasannya:


- Obesitas memicu berbagai penyakit degeneratif seperti darah tinggi, gangguan
jantung dan diabetes hingga gagal ginjal. Pemerintah menanggung biaya pengobatan melalui BPJS kesehatan. Tingginya angka kejadian berbagai penyakit, tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan dan pengadaan obat.
 

- Riset dari University of Cambridge, Inggris, menemukan, tingginya indeks massa tubuh berkaitan erat dengan rendahnya daya ingat atau kemampuan mengingat.
 
- Riset lain menyebut, kegemukan hingga obesitas mencederai otak di area otak yang berfungsi sebagai pengendalian emosi dan pengambilan keputusan.
 
- Riset tahun 2010 di Boston University School of Medicine melaporkan bahwa pada orang dewasa yang sehat sekalipun, ketika perutnya mulai membesar, volume otaknya  kian menurun. Orang dengan berat badan berlebihan memiliki hypocampus lebih kecil dibanding orang dengan berat badan ideal atau normal.
 
- Penelitian yang terdahulu juga menyebut, anak atau orang kegemukan sampai obesitas mengalami penuaan 16 tahun pada sel otaknya.
 
Bisa dibayangkan betapa sulitnya membangun negeri ini bila masyarakatnya berpikir lamban, bergerak lamban, dan penyakitan.