Usia Berapa Anak Boleh Minum Kopi?

Pada dasarnya belum ada standar resmi dari badan kesehatan tertentu untuk mengetahui mulai usia berapa anak boleh minum kopi. Namun, berdasarkan pertimbangan risiko yang ditimbulkan kopi bagi anak, American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein.

Kopi adalah salah satu minuman dengan kandungan kafein tertinggi. Dalam satu cangkir kopi, kira-kira terdapat 95 miligram kafein. Sementara, anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi kafein lebih dari 45 miligram dalam satu hari. Itu berarti satu cangkir kopi saja sudah melebihi kadar kafein yang boleh dikonsumsi anak dalam sehari. Padahal, kafein tak hanya terdapat pada kopi saja. Anak Anda mungkin juga mengonsumsi kafein dari soda atau teh di hari yang sama.

Baca juga: Dampak Kafein pada anak

Menurut Andy Bellatti, MS, RD, ahli gizi dan nutrisi dari Amerika Serikat, kopi yang perlu dihindari tak hanya berupa kopi hitam, tetapi juga berbagai jenis minuman berbahan dasar kopi seperti kopi susu, cappuccino, frappuccino, latte, dan sejenisnya. Kopi-kopi kekinian yang banyak dijual di kedai-kedai kopi pun sebaiknya tidak diberikan kepada anak-anak.

Selain kafein, yang perlu diingat juga adalah kandungan gula dan kalori yang terdapat pada mochaccino atau frappuccino (yang umum dipilih anak-anak). Beberapa jenis minuman ini memiliki lebih dari dua kali kalori kosong (kalori yang tidak memberikan nutrisi). Akibatnya, anak-anak akan menimbun kalori namun tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang mereka butuhkan dari sumber yang sehat, sehingga bisa membuat mereka berisiko obesitas atau malah kekurangan gizi.

Karena belum ada standar resmi dari badan kesehatan tertentu untuk mengetahui mulai usia berapa anak boleh minum kopi, hal ini menyebabkan banyak orang tua zaman dulu sering memberikan anak atau cucu mereka sesendok atau dua sendok teh kopi setiap hari agar anak tidak mudah step.

Menurut dr. Rifan Fauzie, Sp.A, sampai saat ini kabar tersebut masih mitos dan belum pernah ada penelitian yang bisa menjelaskan tentang memberikan kopi ke balita bisa membuat anak tidak step.

Selain dapat memicu jantung anak berdetak lebih cepat, berikut adalah beberapa risiko bila anak minum kopi.

Insomnia
Anak usia balita hingga 12 tahun membutuhkan tidur selama paling tidak 11 jam sehari. Remaja usia 12 hingga 18 tahun harus tidur kira-kira 10 jam sehari. Waktu tidur ini dibutuhkan supaya setiap fungsi tubuh bekerja dengan baik. Jika anak minum kopi, kafein masih tersimpan dalam tubuh anak hingga 8 jam sesudahnya. Maka ketika waktunya tidur tiba, anak masih tetap terjaga dan belum ingin tidur. Jam tidur mereka pun akan terganggu sementara anak-anak biasanya harus bangun pagi untuk bersiap ke sekolah. Karena kurang tidur, mereka pun akan mencari kopi lagi keesokan harinya untuk menambah stamina dan kewaspadaan. Siklus ini akan terus berulang hingga mengakibatkan anak selalu susah tidur atau insomnia di malam hari.

Baca juga: Pakar Rekomendasikan Jam Sekolah Diundur agar Anak-Anak Cukup Tidur

Gelisah, Sulit Konsentrasi
Bagi orang dewasa, efek kopi dalam menambah energi bisa menjadi hal yang sangat membantu untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari. Akan tetapi, anak-anak yang minum kopi akan menunjukkan perilaku yang gelisah, tidak bisa konsentrasi, karena anak-anak jauh lebih rentan terhadap kafein daripada orang dewasa.

Selain itu, anak juga masih lebih sulit mengendalikan diri dibanding orang dewasa. Akibatnya, kalau anak-anak minum kopi dan mereka harus duduk berkonsentrasi mendengarkan pelajaran di kelas seharian, mereka akan menunjukkan perilaku yang lebih aktif. Jika tidak dikonsumsi pada hari sekolah pun kopi juga akan membuat anak resah dan tidak bisa diam. Alih-alih jadi waspada, anak mungkin malah akan kurang berhati-hati dalam beraktivitas.

Mengganggu Penyerapan Kalsium
Kafein adalah zat yang bisa mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Kopi yang mengandung kafein bersifat diuretik, yaitu memicu produksi air seni. Semakin cepat air seni atau urin dikeluarkan oleh ginjal, semakin banyak pula kalsium yang belum diserap tubuh ikut terbuang. Padahal, kalsium sangat dibutuhkan oleh anak-anak untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat. Kurang kalsium berisiko menghambat pertumbuhan anak dan menyebabkan masalah seperti gigi berlubang.

Baca juga: Sumber Kalsium Tak Hanya Susu, Dapatkan Juga dari 5 Sayuran Ini

Mengurangi Selera Makan
Kopi adalah minuman stimulan yang akan berdampak buruk bagi selera makan anak. Sementara itu, anak dalam masa pertumbuhannya sangat membutuhkan berbagai asupan gizi yang didapat dari makanan. Maka, hati-hati jika anak Anda sudah susah makan tetapi suka minum kopi. Selain itu, kopi juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada anak dengan gejala mual atau sakit perut. Hal ini akan membuat anak semakin tidak nafsu makan.

Ketergantungan
Apabila anak Anda sudah sering minum kopi, kandungan kafeinnya bisa memicu ketergantungan. Lama-kelamaan, anak harus minum lebih banyak kopi untuk membantunya tetap terjaga. Terlalu banyak minum kopi, berisiko menyebabkan berbagai gangguan dalam jangka panjang seperti penyakit jantung atau kerusakan saraf. Risiko ini semakin tinggi jika kebiasaan minum kopi sudah dimulai sejak dini.

Baca juga: 
Kopi Seduh Panas & Cold Brew, Mana yang Lebih Baik?
5 Bahan untuk Membuat Kopi Anda Lebih Sehat
Benarkah Kafein Tingkatkan Tekanan Darah?

(YENNY GLENNY)
FOTO: PIXABAY 
Updated: November 2021

 


Topic

#usiasekolah #kesehatananak

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia