11 Tanda Anak Mengalami Speech Delay




Berdasarkan data dari University of Michigan Health System, speech delay terjadi pada 5 hingga 10 persen anak usia prasekolah. Speech delay adalah kondisi seorang anak belum mampu mengucapkan sejumlah kosakata di usia tertentu yang seharusnya ia sudah bisa. Di usia ini mereka juga belum mampu memahami apa yang dikatakan oleh orang lain.
 
Anak-anak yang mengalami speech delay berada pada tahap belum mampu berkomunikasi seperti anak-anak lain sebayanya. Sayangnya, speech delay sering kali terlambat dikenali oleh orang tua.
 
Berikut ini adalah tanda anak mengalami speech delay menurut American Academy of Pediatrics:
 

1. Mencari Sumber Suara
Di usia satu tahun, mayoritas anak umumnya akan menoleh bila mendengar suara. Mereka akan mencoba mencari sumber suara tersebut.

Sementara, anak dengan speech delay akan tampak abai terhadap suara. Bahkan, mereka jarang terkejut ketika ada suara guntur, pintu terbuka, atau derap sepatu. Orang tua mungkin saja berpikir bahwa anaknya adalah tipe anak yang tenang ketika mereka tidak merespons suara. Akan tetapi, gejala ini patut diwaspadai. 

2. Tidak Kunjung Mengucapkan Sesuatu Bermakna
Umumnya pada usia 12 bulan, seorang anak mulai mengucapkan satu suku kata bermakna, seperti “pa” untuk menyebut Papa, “nen” untuk bermaksud minta menyusu, atau “mam” untuk meminta makan. Anak yang mengalami speech delau belum juga bisa mengucapkan sesuatu yang bermakna untuk menyampaikan maksudnya.
 

3. Tidak Menunjukkan Reaksi
Anak yang mengalami speech delay cenderung tidak bereaksi pada orang lain, seperti tidak tersenyum saat melihat keluarga dekatnya. Ia bahkan tidak menangis apabila orang tuanya meninggalnkannya.
 

4. Tidak Merespons saat Dipanggil
Bayi usia 4 bulan ke atas umumnya sudah mengerti namanya dan merespons saat dipanggil, seperti menoleh atau tersenyum. Apabila ia tidak menanggapi saat dipanggil di usia 1 tahun, Anda juga patut waspada.
 

5. Kosakatanya Tidak Bertambah
Begitu balita mencoba menggunakan kata-kata, umunya akan terlihat perkembangan yang stabil dalam penggunaan kosakatanya. Anak yang mengalami speech delay, umumnya memiliki kosakata yang tampak stagnan lebih dari beberapa bulan.
 

6. Tidak Bisa Membuat Kalimat
Memasuki usia dua tahun, umumnya anak sudah mulai membuat kalimat, bermula dari dua kata yang terdiri dari subjek dan predikat seperti “Ma, mam” untuk meminta makan kepada Anda. Seiring bertambahnya usia, ia bisa membuat kalimat yang terdiri dari tiga kata, subjek-predikat-objek dan sebaliknya, misalnya “Dedek digendong Papa,” yang berarti ia minta digendong.
 

7. Tidak Bisa Mengikuti Perintah Verbal Sederhana
Apakah ia bisa mengikuti perintah verbal sederhana seperti “tolong ambil sendoknya yang jatuh.” Orang tua mungkin sering tidak menyadari hal ini. Mereka dengan senang hati dan ringan tangan melakukan apa yang ia perintahkan sendiri karena berpikir bahwa anaknya tidak mau atau belum bisa melakukannya. Namun, bila anak Anda selalu tidak bisa mengikuti perintah verbal sederhana ini, bisa jadi ia memiliki masalah dengan perkembangan bahasanya.
 

8. Tidak Bisa Menunjuk
Anak yang mengalami speech delay, tidak mampu menunjukkan benda atau gambar di dalam buku yang Anda sebutkan. Ketika Anda meminta mereka untuk menunjuk anggota tubuh yang Anda sebutkan, mereka juga tak bergerak.
 

9. Tidak Bisa Meniru
Anda patut waspada apabila anak Anda tidak bisa melakukan aktivitas meniru seperti menirukan suara anjing, kucing, mobil, pesawat atau bahkan menirukan gerakan hewan-hewan di sekitarnya.
 

10. Orang Lain Kesulitan Memahaminya
Orang tua pasti lebih mengerti apa yang dimaksud oleh balitanya ketimbang orang lain. Namun apabila ia sudah berusia 3 tahun dan orang lain masih memiliki kesulitan untuk memahami ia, maka ini bisa jadi tanda anak Anda mengalami keterlambatan dalam pengembangan bahasa.
 

11. Tidak Memiliki Nada Bicara yang Sama dengan Orang Lain di Sekitarnya
Saat pertama belajar berbicara, perhatikan nada bicara balita Anda. Nada atau mudahnya kita sebut dengan aksen atau dialeknya akan sama dengan Anda dan orang lain di sekitarnya yang memang selalu ia dengkarkan tiap hari. Bila ia tidak menunjukkan hal tersebut, maka Anda patut curiga.
 
Bila anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, ada baiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter anak, agar bisa segera ditangani. Anda bisa mempelajari cara menstimulasi kemampuan anak untuk bicara di sini.
 
Baca juga:
Penyebab Anak Bicara Cadel
Pengaruh Gadget pada Perkembangan Bicara Anak
Latih Balita Bicara Sesuai Usia
 
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 


Topic

#balita #pengasuhananak #parenting #speechdelay

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia