4 Tipe Teman Ini Dibutuhkan Balita

Ada beberapa tipe teman yang memberi dampak positif bagi balita Anda. Mulailah mengenali anak-anak di sekitar Anda, siapa tahu ada yang bisa menjadi teman tepat buat si kecil.

Teman sebaya yang punya kegemaran sama
Teman seperti ini berperan penting bagi anak sejak ia bayi hingga balita. Memiliki teman sebaya yang memiliki kesukaan sama membuat anak memiliki konsep berteman itu menyenangkan.

Untuk memaksimalkan interaksi mereka, Anda bisa mengatur jadwal main bersama. Tidak perlu terlalu lama, sekitar 1 jam untuk bayi dan 2 jam untuk balita. Pastikan Anda membuat aturan singkat seperti ‘tidak boleh berebut mainan’, ‘tidak boleh memukul’, dan ‘tidak boleh mencoret dinding’. Sebaiknya umur anak tersebut tidak terpaut jauh dari anak Anda. Anda juga tidak perlu berharap mereka berinteraksi intensif. Anak-anak bisa  bermain masing-masing meskipun duduk bersebelahan.

Teman lawan jenis
Sejak bayi hingga 5 tahun, anak sebaiknya mengetahui sejak dini tentang keberadaan anak laki-laki. Mengenalkan teman berbeda gender disarankan dimulai sebelum anak berusia 4 tahun, ketika biasanya anak cenderung bermain dengan sesama laki-laki atau perempuan. Memiliki teman lawan jenis ini membantu anak lebih menghargai perbedaan yang akan berguna saat ia dewasa.

Meskipun berbeda gender, saat bermain bersama Anda tidak perlu membatasi mainan yang cocok untuk laki-laki atau perempuan. Biarkan saja mereka mencoba semua. Usahakan juga tidak terlontar dari mulut Anda stereotype gender yang biasa terdengar, seperti anak laki lebih nakal, atau anak perempuan cengeng. Hal ini membantu untuk menghindari anak membuat stereotype antara laki-laki dan perempuan.

Dan jika mereka cocok main bersama, Anda tidak perlu memanggil teman anak Anda ini sebagai ‘pacar’nya. Belum waktunya ‘Ma!

Teman gemar berolahraga
Teman seperti ini sangat berguna sejak anak berusia 3 tahun hingga remaja. Tentu saja dengan memiliki teman yang hobi berolahraga, anak Anda akan ikut bergerak. Bukan berarti Anda berharap ia menjadi atlet. Mengenal aturan dalam olahraga dan bermain dengan teman tipe ini mengajarkan anak sportivitas juga.

Yang perlu dicatat, biasanya teman yang hobi berolahraga juga bersifat kompetitif. Jadi, ketika Anda mendengar mereka mulai menyombongkan diri atau berkompetisi tanpa jeda, sebaiknya Anda intervensi menetralkan situasi. Di luar situasi itu, biarkan saja mereka bermain dan ‘belajar’.

Teman lebih tua
Pastikan teman yang ini adalah anak baik dan memiliki sifat positif. Sebab, di masa TK, anak cenderung mencontoh sekitarnya. Dengan teman lebih senior ini, anak bisa mencontoh sikap baiknya tanpa Anda perlu berusaha keras mengarahkan dengan kata-kata.

Jika anak Anda adalah anak tunggal, keberadaan teman ini selayaknya kakak baginya. Pastikan saat mereka main bersama, Anda menyediakan aktivitas yang menyenangkan bagi mereka berdua, bukan mainan yang cocok untuk usia anak Anda saja. Dengan demikian setidaknya anak Anda bisa belajar kerjasama, berbagi dan mengalah. (Fina Khairaty/foto:dok.Feminagroup)

Baca juga: Bolehkah Anak Kecewa?

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia