4 Penghambat Kemandirian Balita


 

Seiring bertambahnya usia si kecil, Anda tentu berharap ia bisa semakin mandiri. Selain nantinya bisa menjadi tonggak kehidupannya sendiri, kemandirian balita juga dapat mengurangi beban pekerjaan Anda. Tapi, sadarkah Anda bahwa orang tua sendiri sering menjadi penghambat kemandirian anak?
 
Ternyata, ada beberapa cara yang kurang tepat dalam mengajarkan kemandirian pada anak-anak yang sering tidak disadari orang tua. Berikut ini adalah apa saja yang sebaiknya tidak Anda lakukan dalam mengajarkan kemandirian pada balita:
 

1. Terlalu Banyak Melarang

Sadar atau tidak, Ma, sering kali kita melarang si kecil hanya untuk beberapa alasan sederhana. Misal, melarang si kecil membantu menyapu karena takut malah menjadi makin kotor, melarang makan sendiri karena takut berantakan, melarang menata mainan sendiri karena takut tidak rapi.
 
Larangan-larangan tersebut sebetulnya malah menghambat kemandirian si kecil. Padahal, menurut Jim Taylor, Ph.D., psikolog dan konsultan pengasuhan di San Fransisco, AS, bila Anda menginginkan si kecil menjadi mandiri maka izinkan ia banyak terlibat dalam aktivitas Anda. Jangan remehkan ia sebagai “anak kecil” yang belum bisa ini-itu.
 
Menurut Taylor, menjadi mandiri adalah proses persiapan anak untuk memasuki kedewasaan. Oleh karena itu, membuatnya terlibat untuk melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang dewasa termasuk salah satu cara mengajarkan kemandirian. Libatkan ia untuk memilih sendiri bajunya, menyiapkan makan malam, membereskan mainan, dan lainnya

2.
Terlalu Terburu-buru

Keinginan Anda agar si kecil dengan cepat mempelajari dan melakukan banyak hal sendiri akan menjadi beban untuknya. Katherine Hadley Cornell, Psy.D., psikolog dari Loyola University, Maryland, AS, mengatakan bahwa anak-anak perlu menjadi terbiasa dulu sebelum terjun langsung melakukannya. Membuatnya buru-buru hanya akan membuatnya stres dan justru menolak untuk mencoba.

3. Membanding-bandingkan

Menceritakan kemandirian anak lain pada si kecil tidak akan berbuah baik. Alih-alih menjadi motivasi untuknya, hal tersebut malah akan merusak kepercayaan dirinya. Anda cukup memberi contoh saja tanpa perlu membanding-bandingkan. Yakinlah bahwa pada suatu saat nanti si kecil akan bisa.

4. Terlalu Banyak Komentar

Anak-anak tidak bisa menangkap kalimat yang panjang dalam satu waktu sekaligus. terlalu banyak memberikan komentar saat ia sedang mencoba melakukan sesuatu sendiri tidak akan baik. Melanie Greenberg, Ph.D., psikolog di California, AS, menyarankan agar orang tua memberikan contoh efektif tanpa terlalu banyak bicara. Cukup gunakan maksimal dua kalimat saja, misal, “Selesai makan, tolong piring kotor ditaruh di wastafel, ya.” Kalimat singkat ini lebih mudah dipahaminya.

 

Baca juga:

Ajarkan Anak Menjadi Mandiri

Tanda Anak Mulai Mandiri

Cara Mendidik Anak Mandiri

4 Tugas Rumah Ini Bisa Bikin Anak Mandiri

Beri Kesempatan Anak Agar Mandiri

 

 

(LELA LATIFA)                

FOTO: SHUTTERSTOCK

 

 

 

 

 

 

 
 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

4 Penghambat Kemandirian Balita

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia