Anak Mual = Masuk Angin?

Biasanya, rasa mual atau  sebah (rasa penuh di perut, padahal perut kosong akibat belum makan atau minum) bisa merupakan salah satu gejala awal infeksi virus. Misalnya, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) maupun gastroenteritis (infeksi virus saluran cerna yang menyebabkan gejala muntah-muntah dan diare).

• Rasa mual sebelum makan? Penyebabnya juga bukan karena masuk angin, melainkan akibat awal infeksi virus tersebut. Lalu, anak yang alergi bisa merasa mual sebelum makan pagi, karena penderita alergi biasanya akan memproduksi dahak lebih banyak di pagi hari.

• Dahak di saluran napas tersebut sebagian dibatukkan, sehingga keluar dari saluran napas dan tertelan. Dahak yang tertelan ini bisa menyebabkan rasa mual.

• Rasa mual dan perut kembung bisa dikurangi dengan mengonsumsi air hangat dan makanan hangat. Perut pun akan langsung terasa lebih enak. Yang pasti, jagalah agar perut tidak kosong, tetapi juga tidak terlalu penuh. Sebaiknya, makan sedikit-sedikit, tetapi agak sering. Juga, berikan anak makanan yang tidak terlalu ‘membebani’ saluran cernanya, seperti makanan yang gurih kaya lemak (‘fatty’) contohnya seperti aneka makanan yang digoreng, bermentega, bersantan, serta banyak campuran susu atau keju. Bagaimanapun, lemak akan semakin merangsang rasa mual.

• Berikan makanan yang segar, ringan, dan hangat akan membuat perut anak merasa nyaman. (Foto: dok. Feminagroup.)

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Anak Mual = Masuk Angin?