Anak Punya Selimut Kesayangan

Bryan (1 tahun 8 bulan) punya selimut kesayangan yang sudah selalu menemaninya sejak bayi. Selimut itu tak hanya menemaninya tidur, tapi juga ikut serta kemanapun Bryan pergi atau jalan-jalan. Keadaan ini membuat Avanty, mamanya, dari Pakuan Hill, Bogor, merasa agak khawatir. Bisakah Bryan nanti lepas dari selimutnya? Bagaimana kalau sampai tiba saat bersekolah nanti Bryan masih seperti itu?
   
Hingga usia 4 atau 5 tahun, masih wajar bila anak terikat pada benda kesayangan. Benda itu tak hanya memberi rasa nyaman, tetapi sekaligus memberi rasa aman. Ini adalah bagian yang alamiah dari tahap perkembangan seorang anak.

Meski di mata Anda hanya sekadar selimut, baginya itu bisa menjadi sumber kehangatan dan kenyamanan. Bersama selimut itu, ia melewati masa-masa peralihan mulai dari bangun tidur, melambai ketika Papa berangkat ke kantor, atau menuju ke tempat praktik dokter di dalam mobil. Selimut itu tetap setia menemani ketika ia tertawa, menangis, atau mengalami ‘masa-masa sulit’.
 
Keterikatan yang besar itu mungkin membuat Anda sulit percaya kalau ia bisa melepaskan benda kesayangan tersebut dengan mudah. Tapi percaya­lah, ia akan melakukannya. Setelah semakin besar, akan tiba waktunya ketika ia berhenti menginginkan benda itu. Mungkin Anda harus menunggu beberapa tahun lagi, tapi tetaplah bersabarlah, Ma!

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Anak Punya Selimut Kesayangan

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia