Anak Tak Lagi Pakai Popok

Kemarin, saya membeli kemasan pospak yang terakhir untuk Binar. Minggu depan usianya sudah 3 tahun. Meski lambat tapi pasti, toilet training-nya terus mengalami kemajuan. Pospak hanya dipakai sesekali ketika bepergian cukup lama atau jauh.

Saya katakan pada Binar, setelah ulang tahunnya yang ke-3, saya tidak akan membelikannya pospak lagi. Persis ketika akan disapih, ia jadi lebih sering minta nenen, sekarang pun ia malah pura-pura jadi bayi dan minta dipakaikan pospak. Hehehe, tumbuh besar kadang mencemaskan, ya, Nak?

Mengapa saya memberikan batasan waktu untuk menggunakan pospak?
Sejujurnya saya memilih untuk memberikan batasan waktu karena menyadari sebagian hal yang menghambat Binar belajar toilet training adalah ibunya yang malas repot.  

Senin sampai Jumat sudah piawai menggunakan toilet. Sabtu dan Minggu, karena jalan-jalan (dan lagi-lagi Ibu malas repot) kembali pakai pospak. Senin, kembali terjadi “kecelakaan” di pintu toilet karena terlanjur lupa.

Kalau saya tunggu sampai Binar benar-benar toilet trained, wah, jangan-jangan tidak pernah sampai. Selalu ada alasan memakaikannya pospak sampai besar nanti. (Itu sebabnya kini dijual ukuran XXXL).

Jika saya amati baik-baik dan teliti, sebenarnya anak-anak  secara alamiah tumbuh menjadi lebih mandiri. Kita, orang dewasa, tak perlu melulu mengajari mereka mandiri. Seringkali, justru kita, orang dewasa, yang menghambat kemandirian mereka karena malas repot itu tadi.

Betapa bersemangatnya si dua tahun ingin melakukan segala sesuatunya sendiri. Ingin makan sendiri, ingin pakai sepatu sendiri, ingin pakai baju sendiri, semua serba “Aku saja. Aku bisa.”

Kadang keinginan mereka terlihat lucu dan kita sedang cukup sabar untuk menunggui mereka pakai sepatu sendiri. Di banyak kesempatan kita terlalu sibuk dan terburu-buru sehingga memaksa untuk memakaikan sepatu.  Sayangnya, kita sering  sekali sibuk dan terburu-buru.  Kesempatan untuk berlatih dan mencoba pakai sepatu sendiri pun perlahan-lahan menghilang.

Saya percaya anak tidak belajar mandiri sejak bayi. Sebagai bayi, anak belajar untuk tergantung pada orang dewasa di sekitarnya untuk bertahan hidup. Ketika mereka mulai dapat berjalan dan menjelajah lingkungan sekitar, anak-anak mulai minta kesempatan untuk mencoba melakukan banyak hal sendiri.  

Jika kita mau mendengarkan baik-baik, dan mau sedikit repot, tentu kita tidak jadi penghambat anak-anak belajar menguasai banyak keterampilan yang membantu mereka menolong dirinya sendiri.

Artikel Blog Mama
Penulis: Lestia Primayanti
Mama dari Binar Cakrawala yang lahir Agustus 2010 yang berprofesi sebagai pendidik memang gemar menulis blog seputar pendidikan. Kepala Sekolah Kembang yang akrab disapa Ibu Tia di sekolah ini akan berbagi cara ia mendidik si kecil dan murid-muridnya.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia