Bagaimana Cara Papa Saat Harus Mengantar Anak Perempuannya ke Toilet Umum?


 

Bagaimana bila Papa kebagian tugas mengantar si kecil yang berlainan jenis kelamin ke toilet umum? Kebingungan biasanya melanda, mau masuk ke toilet wanita atau pria? Kalau masuk ke toilet wanita untuk mengantar si gadis kecil, Papa mungkin tidak siap dengan tatapan aneh dari orang-orang. Belum lagi, entah apakah kehadiran Papa bisa diterima oleh para perempuan yang ada di dalam toilet.
 
Akan tetapi, membawa si gadis kecil ke toilet pria juga bukan pilihan yang mudah. Begitu masuk toilet pria, pemandangannya tidak sama dengan toilet wanita yang tertutup. Laki-laki akan berjajar di urinoar (ruangan untuk buang air kecil). Papa dan si gadis kecil akan melewatinya terlebih dahulu untuk dapat menuju ke bilik kamar mandi. Beberapa orang tua menganggap itu adalah hal yang sebaiknya dihindari untuk dilihat si gadis kecil.
 
Tak cukup dengan masalah itu, beberapa orang tua mengeluhkan masalah kebersihan toilet pria yang dianggap tidak lebih baik dari toilet wanita. Lalu apa pilihan yang harus diambil Papa? Ke toilet manakah Papa bisa membawa gadis kecilnya?
 
Dr. Justin Coulson, Ph.D., pakar pengasuhan sekaligus senior associate di Positive Psychology Institute, Sydney, mengatakan bahwa menggunakan toilet wanita bagi Papa untuk mengantarkan anak perempuannya adalah pilihan terakhir. Ia merekomendasikan untuk memilih toilet yang sesuai dengan jenis kelamin orang dewasa.
 
Jadi, Papa bisa langsung masuk ke toilet pria dengan menggendong anak perempuannya berjalan cepat masuk ke bilik. Begitu pun pada saat keluar. Menurut Justin, balita usia 2,5 tahun tidak akan menyadari apa yang terjadi ketika ia hanya melihat orang laki-laki berbaris dengan wajah menghadap ke dinding saat mereka berlalu dengan cepat. "Anak-anak kecil tidak menyadari, Mereka hanya ingin pergi ke kamar mandi, sehingga selama itu bersih dan aman dan mereka memiliki pengawasan yang tepat, pekerjaan dapat dilakukan," ujarnya.
 
Menginjak usia 4 atau 5 tahun bila si kecil sudah cukup mandiri untuk dilepas buang air sendiri, Anda bisa mengantarnya ke toilet wanita dan menunggunya di luar. Anda bisa menitipkannya pada perempuan lain yang terpercaya untuk membantu Anda mengawasi si kecil dari luar pintu bilik.
 
Tip
Papa bisa menutup mata si kecil dengan tisu atau scarf saat melewati toilet pria bila merasa kurang nyaman. Bila si kecil bertanya untuk apa matanya ditutup, Anda bisa menjelaskan bahwa ia memasuki toilet lawan jenis. Ini dapat Anda jadikan momen untuk masuk ke pendidikan seks sejak dini, yakni bahwa ada area tubuh yang tidak boleh diperlihatkan ke orang lain, terutama yang berbeda jenis kelamin.
 
Untuk mempersingkat waktu di toilet pria, Anda bisa mengajak si kecil cuci tangan setelah buang air di wastafel di area netral yang bisa digunakan oleh semua jenis kelamin.
 
Kebutuhan Toilet Anak di Tempat Umum
Dilema yang dialami para Papa tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan toilet anak di tempat umum perlu diperbanyak jumlahnya. Toilet khusus anak akan memudahkan orang tua, apa pun jenis kelaminnya untuk mengantarkan si kecil buang air. Di samping itu, toilet ini juga dapat mendorong kemandirian anak-anak karena didesain khusus menyesuaikan ukuran tubuh mereka.
 
 
Baca juga:
7 Cara Aman Anak Buang Air Kecil di Toilet Umum
5 Kiat Sukses Toilet Training Balita
Ajarkan Anak Toilet Training Sejak Dini, Ini Manfaatnya!
Penyakit dari Toilet Kotor
4 Metode Alternatif Toilet Training yang Menyenangkan Bagi Balita
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY, UNSPLASH
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Bagaimana Cara Papa Saat Harus Mengantar Anak Perempuannya ke Toilet Umum?

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia