Cara Mengobrol dengan Anak

Pada usia 2 tahun, ‘koleksi’ kalimat kompleks anak mulai bertambah, dan ia mulai menggunakan lebih banyak kata ganti, kata sifat, dan kata depan. Pada saat inilah Mama mulai bisa benar-benar mengobrol dengannya. Asyik, ya?
Inilah tipnya agar anak mau mengobrol lebih lama:

- Jangan selalu mengoreksi kalimatnya yang salah. Lebih baik ulangi apa yang baru ia katakan dalam kalimat yang benar. Bila ia mengatakan, “Papa kerja,” Anda bisa mengatakan, “Ya, Daffa benar. Papa pergi bekerja.”

- Bila perlu, biarkan anak mengoreksi ucapan Anda. Misalnya, pegang celananya dan katakan, “Ayo, pakai topimu!” Anak paling senang jika Anda membuat kesalahan-kesalahan yang konyol.

- Beri anak kesempatan. Cobalah untuk tidak menyelesaikan kalimatnya, atau beri jeda setelah Anda menanyakan suatu pertanyaan. Mungkin saja, si kecil memang  memerlukan sedikit waktu untuk berpikir tentang apa yang akan dikatakan.

- Minta anak lebih banyak bercerita. Tanyakan seputar kunjungan ke kebun binatang yang dilakukannya. Apa yang dia lihat, apa yang paling dia sukai, dll. Tapi, jangan berharap terlalu banyak, ya. Bisa jadi, cerita si kecil akan sangat simpel. Misalnya, “Saya melihat singa, lho.”

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Cara Mengobrol dengan Anak

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia