Dampak Negatif Hukuman Pukul

‘Urusan’ memukul anak ini memang terbagi menjadi 2 bagian. Ada orang tua yang berpura-pura akan melakukannya ((agar anak merasa takut dan tidak mengulangi perbuatannya), namun ada pula yang benar-benar melakukannya.
 
Penelitian yang dilakukan di University of New Hampshire mengatakan, tindakan ini akan lebih banyak dampak negatifnya ketimbang dampak positif. Menurut penelitian, memukul anak ternyata bisa memengaruhi IQ-nya.

Para peneliti meneliti sekelompok anak, di mana ¾ di antaranya dipukul selama beberapa minggu. Setelah itu, semua anak dites IQ-nya. Empat tahun kemudian, anak-anak tersebut dites lagi IQ-nya. Dan, inilah yang para peneliti temukan: Anak yang tidak pernah dipukul memiliki skor IQ yang jauh lebih baik ketimbang mereka yang dipukul.

Kok, bisa? Dipukul erat kaitanya dengan stres dan rasa takut. Dan, anak-anak yang harus menjalani trauma ini akan lebih sulit memusatkan perhatian dan belajar sesuatu, kata peneliti.

Yang pasti, memukul akan meninggalkan bekas yang cukup dalam. Penelitian di Pediatrics pada tanggal 21 Oktober 2013 menunjukkan, anak-anak yang dipukul pada usia lebih kecil oleh mamanya akan menjadi agresif nantinya dalam masa kanak-kanak dibandingkan mereka yang tidak pernah dipukul. Sementara itu, dipukul oleh papanya bisa menyebabkan masalah kosakata dan bahasa pada anak.
Menurut Michael MacKenzie, associate professor pada Columbia University School of Social Work, New York, “Efek memukul memang bisa seumur hidup, dan bukan hilang dalam jangka waktu pendek. Dan ternyata, efeknya akan lebih kuat pada mereka yang dipukul lebih dari 2 kali seminggu.”

Studi terhadap lebih dari 1.900 keluarga di AS menemukan, sekitar 57% mama dan 40% papa memukul anak pada usia 3 tahun. Ketika anak usia 5 tahun, persentasenya menurun menjadi 52% mama dan 33% papa yang melakukannya.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia